Waspada, Penipuan Lewat Telepon Kian Marak di Medan! Modus Pelaku Ajak Bisnis Jual-Beli Gadget

Ilustrasi penipuan lewat telepon. (Ist)

 

Medan | Jurnal Asia
Masyarakat diharapkan mewaspadai kasus penipuan lewat telepon. Dalam aksinya pelaku memperdaya korban dengan berpura-pura mengaku orang dekat korban. Kamis (4/6/2020).

Seperti yang dialami seorang wanita JS (44) warga Jalan Asia Medan yang menjadi korban penipuan lewat telepon. Akibat kejadian ini korban mengalami kerugian hingga Rp43 Juta lewat dua kali transfer.

Korban menceritakan kejadian ini bermula ketika, Selasa (2/6/2020) siang kemarin, telepon korban berdering dan begitu diangkat korban, terdengar suara seorang pria yang mengaku temannnya bernama Candra.

Baca Juga : Demi Uang, Pemilik Bengkel dan Adik Iparnya Bunuh Henri! Tersangka April : Saya Dapat Rp200 Ribu

“Dia mengajak untuk bisnis penjualan iPhone dan kamera digital (gadget), ada customer yang mau membeli, dia meminta saya untuk menjadi pemilik barang, keuntungan dibagi,” kata korban.

Awalnya korban tidak curiga kalau pria yang mengaku bernama Candra itu merupakan pelaku penipuan, karena menyangka temannya, padahal bukan. Kendati begitu, korban juga menanggapi cuek ajakan bisnis pelaku dan kemudian menutup telepon.

“Tidak lama, ada lagi yang menelepon mengaku bernama Asiong, dia mengaku sebagai pembeli iPhone (customer Candra), dan mau membeli iPhone dan kamera sebanyak 20 unit dengan harga Rp3,5 Juta,” ujar korban.

Korban yang menyangka bisnis ini serius, mulai terperdaya dengan jebakan pelaku. Selanjutnya, korban balik menelepon Candra dan mengatakan seperti apa mekanisme pembayaran, pelaku lalu menjelaskan bahwa pembayaran dilakukan dengan transfer dp 50 persen, kemudian kirim barang.

Demi meyakinkan korban, pelaku bahkan mengirimkan bukti transfer Rp70 juta dari customer Asiong untuk pemesanan iPhone 6 sebanyak 20 unit.

Setelah korban yakin, rencana pelaku penipuan orang yang mengaku bernama Candra dan Asiong ini dilancarkan. “Candra lalu meminta tolong kepada saya mengirim uang Rp15 juta agar kamera bisa segera dikirim ke customer,” kata JS.

Korban pun lalu menyanggupi untuk mengirimkan Rp13 juta saja lewat transfer rekening.

Tak berhenti sampai disitu, pelaku Asiong kembali menelepon korban dan memesan iPhone X seharga Rp12 juta sebanyak 5 unit. “Candra meminta tolong lagi untuk mendahulukan pembayaran memakai uang saya, dia mengatakan nantinya customer Asiong akan langsung mentransfer ke rekening saya,” jelas korban.

Uang sebanyak Rp30 juta milik korban pun ditransfer ke rekening pelaku. “Pelaku juga meminta pulsa kepada saya, total kerugian saya Rp43 juta. Ternyata Candra ini bukan teman saya, tapi suaranya sangat mirip, sehingga saya kira teman saya,” ujarnya.

Baca Juga : Pikul 1 Kg Sabu, Seorang Pengedar Tewas Ditembak Polisi Saat Menunggu Bus di Medan Amplas

Korban yang belakangan mengetahui menjadi korban penipuan sontak melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Medan, Selasa sore kemarin. Laporan ini tertuang dalam Nomor: STTP/1343/Yan 2.5/2020/SPKT Polrestabes Medan.

“Saya harap dengan adanya kejadian yang saya alami, bisa jadi pelajaran buat yang lainnya agar berhati-hati, dan tidak ada korban penipuan lainya dengan modus seperti ini,” harapnya.

Sementara salah seorang petugas SPKT Polrestabes Medan yang menerima laporan korban mengatakan modus penipuan serupa memang sedang sering terjadi. “Kemarin ada yang mengalami kerugikan hingga Rp200 juta, modusnya sama lewat telepon,” tandasnya.(wo)

Close Ads X
Close Ads X