Diduga Diracun Saat Penerbangan, Pengkritik Keras Presiden Putin Terbaring Koma

Pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny. Reuters

 

Berlin | Jurnal Asia
Pemimpin oposisi Rusia dan pengkritik keras Presiden Vladimir Putin terbaring koma di rumah sakit Berlin setelah diduga diracun dalam penerbangan ke Moskow pekan lalu.

Alexei Navalny tak sadarkan diri di pesawat setelah minum teh di tengah perjalanan kampanyenya di Siberia.

Rekaman video menunjukkan Navalny menggeliat kesakitan dalam penerbangan dari Tomsk di Siberia ke Moskow. Pesawat tersebut kemudian melakukan pendaratan darurat di Omsk di mana dia kemudian mendapat perawatan pertama.

Dia diterbangkan ke Jerman untuk mendapat perawatan pada Sabtu (22/8/2020) setelah sempat dirawat di Rusia.

Baca Juga : Kim Jong-un Dikabarkan Koma, Adiknya Siap Ambil Alih Kekuasaan di Korut

Rumah sakit Charité yang merawat Navalny merilis pernyataan yang mengatakan bahwa bukti klinis menunjukkan politikus berusia 44 tahun itu keracunan zat penghambat kolinesterase. Namun, dokter yang merawat Navalny di Rusia mengatakan mereka tidak menemukan jejak zat tersebut.

“Zat pastinya belum diketahui,” kata rumah sakit itu sebagaimana dilansir BBC.

“Analisis luas telah dimulai. Efek racun yaitu penghambatan kolinesterase dalam organisme telah dibuktikan beberapa kali dan di laboratorium independen.”

Navalny saat ini dilaporkan dalam kondisi yang serius, namun nyawanya tidak terancam. Tim medis memperingatkan kemungkinan adanya efek zat tersebut pada sistem saraf Navalny.

Tim dokter di Charité merawat Navalny dengan atropin, obat yang sama yang oleh dokter Inggris digunakan dalam kasus peracunan mantan agen KGB Sergei Skripal pada 2018.

Penghambat kolinesterase adalah sekelompok senyawa kimia yang digunakan dalam segala hal mulai dari senjata kimia hingga pestisida yang dirancang untuk membunuh serangga, dan obat-obatan manusia yang dirancang untuk meringankan gejala Alzheimer dan jenis demensia lainnya.

Gas saraf dan yang disebut kelompok bahan kimia “Novichok” juga merupakan penghambat kolinesterase.

Kremlin mengatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan Navalny jatuh sakit dan menyatakan bahwa hasil tes awal tidak menunjukkan dia diracun. Tim dokter di Omsk mengatakan penyakit Navalny disebabkan oleh gangguan metabolisme yang dipicu oleh gula darah rendah.(nty/Okezone)

 

 

0 responses to “Penderita Covid-19 Bisa Alami Gejala Happy Hypoxia Syndrome, Apa Itu?

Close Ads X
Close Ads X