689 Warga Maluku Mengungsi Akibat Banjir, Ketinggian Air Capai 100 Sentimeter

Ilustrasi banjir di Maluku Tengah membuat ratusan rumah terendam banjir.Kompas.com

 

Ambon | Jurnal Asia
Ratusan rumah terendam banjir di tiga desa di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, pada Selasa (25/8/2020) malam. Setidaknya 689 wargapun mengungsi di bangunan-bangunan publik.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Tengah Boby Rahmat menjelaskan rumah warga yang terendam banjir berada di Desa Haruru, Desa Makariki, dan Desa Sepa, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah.

Ia mengatakan penduduk di tiga desa tersebut sudah dievakuasi petugas dengan selamat ke lokasi yang lebih aman. Para pengungsi terdiri dari 64 kepala keluarga (KK) dengan 420 jiwa dari Desa Haruru kilometer 21.

Selain itu, 33 kepala keluarga (KK) dengan 167 jiwa dari Dusun Waitetes kilometer 8 desa Makariki dan 20 Kepala Keluarga (KK) dengan 102 jiwa dari Dusun Simalou kilometer 7 Desa Sepa. Mereka kini dievakuasi ke masjid, gereja, dan gedung Sekolah.

Baca Juga : 2 Perampok HP di Indomaret Jl HM Said Medan Dibekuk Tim Resmob

“Mereka langsung mendapatkan pelayanan kesehatan dan bantuan makanan berupa nasi bungkus, air minum, saat ini kondisi mereka sehat,” kata Boby, mengutip CNNIndonesia, Rabu (26/8/2020) pagi.

Terpisah, Kapolres Maluku Tengah AKBP Rositah Umasugi mengatakan rata-rata ketinggian air mencapai 100 Sentimeter.

Banjir pun merendam 4 rumah di rukun tetangga (RT) 15, 57 rumah di kilometer 7, 8, 9. Menurutnya, wilayah yang terparah terkena dampak banjir berada di RT 21, Haruru, Kecamatan Amahai, Maluku Tengah, dengan 154 rumah warga terendam air.

“Banjir tersebut juga melumpuhkan arus lulintas dikawasan tersebut air menutupi badan jalan,” ujar dia, melalui peryataan resmi, Selasa (25/8/2020) malam.

Per Selasa malam (25/8), banjir di sekitar permukiman warga mulai surut perlahan-lahan. Namun, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama untuk warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor, seperti aliran sungai, perbukitan, dan pegunungan.(nty)

 

 

One response to “Tak Jadi Hari Ini, Penyaluran Subsidi Pekerja Rp 600.000 Ditunda

Comments are closed.
Close Ads X
Close Ads X