Pembunuhan Marak di Sumut

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto memperlihatkan barang bukti senjata api dan pisau milik tersangka pembunuhan sekeluarga saat mengelar keterangan pers di Medan, Sumatera Utara, Senin (22/10/2018). Polda Sumut berhasil menangkap tiga orang pelaku pembunuhan sekeluarga di Tanjung Morawa, Deli Serdang dan satu orang pelaku diantaranya tewas ditembak mati karena melawan petugas. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/wsj.

96 Kasus Hingga Oktober

Medan | Jurnal Asia

Kasus pembunuhan di Sumatera Utara (Sumut) marak. Hal tersebut mulai dari insiden pembantaian sekeluarga di Tanjung Morawa sampai kasus yang terjadi di lahan garapan Percut Sei Tuan.

Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Sumut sendiri mencatat, hingga bulan Oktober 2018, sudah 96 kasus. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2017, cuma 78 kasus. Hal ini disampaikan Kasubdit III/Umum Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak, Rabu (7/11).

Maringan didampingi Kasubbag Anev Krimum, Kompol Yaqub, menyebut bahwa dari 96 kasus pembunuhan sudah terjadi, 95 atau 98,5% kasus diantaranya sudah berhasil diungkap pihak kepolisian. Begitu pula dengan periode yang sama di tahun 2017. Ketika dari 78 kasus pembunuhan yang terjadi, 82 kasusnya (ditambah kasus sebelumnya) berhasil diungkap.

Sambung Maringan, berdasarkan hasil penyelidikan dilakukan pihak kepolisian, ada banyak faktor menjadi penyebab kasus pembunuhan kemarin. Meski terkadang, kasus pembunuhan justru dilakukan karena alasan sepele. “Banyak faktor memang yang melatarbelakanginya, mulai dari tingkat pendidikan, emosional sampai masalah ekonomi bisa menyebabkan pelaku nekat menghabisi korbannya,” ungkapnya.

Seperti halnya dengan pendidikan, jelas Maringan. Akibat kurang terdidik, pelaku menjadi mudah gelap mata, ketika dihimpit masalah yang tidak bisa diselesaikan. “Kebanyakan pelaku kurang terdidik langsung memilih cara singkat untuk menyelesaikan masalah. Seperti dengan membunuh orang yang tidak sesuai dengan mereka,” tandasnya.

Sebelumnya, Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, yang disinggung mengenai banyaknya peristiwa pembunuhan terjadi belakangan ini, meminta masyarakat untuk dapat menyikapi hidup dengan lebih bijak. “Masyarakat harus bijak lah. Jangan sedikit-dikit marah, harusnya kalau pun marah ya sedikit-dikit saja,” tuturnya. (ial/put)