Mindful Project Ajak Manusia Nikmati Hidup

Diabadikan : Para pembicara diabadikan usai kegiatan Mindful Project kemarin di Medan. Ist

Medan | Jurnal Asia

Sekitar 450 orang mengikuti kegiatan Mindful Project di Medan, kemarin. Kegiatan ini mengajak masyarakat mengetahui bagaimana dapat hidup tenang, damai, fokus pada tujuan serta bahagia apa adanya di tengah situasi yang serba semrawut sekarang ini.

Hadir mengisi acara Mindful Projects tersebut, seorang guru Zen bernama Guo Jun Fa Shi, Managing Director Escola Cultural Zungu Capoeira Bali, Noko Nokinho, ahli terapi batin, Adjie Santosoputro, Organizational Expert Steve Sudjatmiko, aktor Chris Loho dan Putri Indonesia Perdamaian 2017, Dea Rizkita.

Ketua panitia acara, Kevin mengatakan, pembicara membagikan pengalaman dan pengetahuannya pada masyarakat yang hadir. Semuanya dapat diaplikasikan dari semua segi kehidupan yang membuat jauh mengenali diri sendiri.

“Kita diajak berdamai dengan diri sendiri dan lingkungan sekitar. Sehingga membuat kita semua jauh lebih bahagia dan tahu arah hidup kita dengan mindfulness dan lebih menikmati hidup,” katanya kepada Jurnal Asia, Rabu (7/11).

Pembicara, Steve Sudjatmiko yang merupakan pakar Human Resource dan Organisasi mengungkapkan, mindfulnes sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Praktek mindfullness menjadikan keluarga lebih harmonis, lebih awet muda dan kebahagiaannya lebih dalam dan penuh makna.

“Dari segi Neuroscience, mindfulness ini merupakan suatu kegiatan yang harus dilakukan. Hidup jangan selalu terburu-buru, nikmati waktu itu, rasakan, renggangkan, lambatkan, lembut kan sehingga betul-betul dinikmati. Inilah cara terbaik membuat hidup itu lebih bermakna,” ucapnya.

Menurutnya, ada dua faktor yang membuat manusia menderita yakni dari luar dan dalam diri mereka masing-masing. Karena faktor dari luar tidak dapat di kontrol, jangan berharap bahwa rencana akan terjadi dengan sempurna dan kita harus menurunkan ekspektasi bahwa kejadian akan sesuai harapan kita.

Faktor dari dalam adalah keinginan, kita dihantui oleh keinginan padahal setelah tercapai maka ingin hal lain lagi. Jadi amatilah keinginan, saat dia muncul sehingga kita pelan-pelan belajar untuk tidak selalu dikontrol oleh keinginan kita. (netty/rol)