Akhyar Terima Kunjungan Pejabat Lampung

Belajar e-Planning dan e-Budgeting Kota Medan

Medan | Jurnal Asia

Wakil Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution MSI menerima Kunjungan Kerja empat Kabupaten/Kota Provinsi Lampung, di antaranya Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Pringsewu dan Kota Bandar Lampung di Ruang Rapat III, Kantor Walikota Medan, Kamis (13/9).

Sebanyak empat Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung belajar ke Pemerintah Kota (Pemko) Medan tentang bagaimana Implementasi Sistem e-Planning dan e-Budgeting.

Langkah ini dilakukan keempat Pemerintah Daerah (Pemda) tersebut sesuai arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mewujudkan sistem perencanaan pembangunan daerah yang semakin efektif, Partisipatif, transparan dan akuntabel.

Dalam Kunjungan Kerja tersebut, hadir Wakil Bupati Pringsewu, Dr H Fauzi, SE Sekda Kabupaten Lampung Selatan, Ir Fredy S, Sekda Kabupaten Tanggamus, Andi Wijaya, Sekda Kota Bandar Lampung, Drs Badri Tamam dan Sekda Kabupaten Pringsewu, Drs A Budiman.

Selain itu hadir juga Kepala Inspektorat Kota Medan Farid Wajedi, Sekretaris Bappeda M Syafruddin dan sejumlah Pimpinan OPD di lingkungan Kota Medan. Mewakili Rombongan, Wakil Bupati Pringsewu, menyampaikan bahwa kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Medan untuk mempelajari implementasi sistem e-Planning dan e-Budgeting.

Hal ini sesuai dengan rekomendasi KPK kepada Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung untuk menerapkan Sistem Pemerintahan yang Efesien, Tranparan dan Akuntabel.

“Berdasarkan Pertemuan Kabupaten/ Kota di Provinsi Lampung dengan bapak Adlinsyah Nasution dari KPK, sistem e-Planning dan e-Budgeting harus diterapkan setiap Pemerintahan Daerah. Oleh sebab itu kami diarahkan ke Kota Medan untuk mempelajari Sistem tersebut,” kata Wakil Bupati Pringsewu.

Wakil Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution MSI dalam sambutannya mengucapkan selamat datang ke Kota Medan.

“Semoga kunjungan terkait Implementasi e-Planning dan e-Budgeting dapat diterapkan di Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung. Selain itu kunjungan ini juga dapat saling bertukar informasi untuk kemajuan masing-masing daerah. Dalam mengimplementasikan sistem e-Planning dan e-Budgeting, Pemko Medan, memulai dari Rembuk Warga, dimana aspirasi warga direkam dan di input ke dalam sistem. Selanjutnya hasil rembuk warga tersebut dibawa ke Musrenbang Kecamatan dan hasilnya kembali di input. Kemudian keseluruhannya dipaparkan di Musrenbang Kota Medan,” jelasnya.

Selanjutnya, Wakil Walikota berharap sistem e-planning dan e-Budgeting yang telah diterapkan Pemko Medan ini dapat terus dipergunakan, dikembangkan, dan disempurnakan guna membantu semua pihak dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintah daerah yang semakin baik, transparan, akuntabel, dan terukur sehingga memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan pembangunan di kabupaten/kota masing-masing. (put/rol)