Petani Mulai dapat Pasokan Jagung

 

Jakarta | Jurnal Asia

Peternak ayam layer mandiri masih menikmati bantuan jagung pakan kiriman Kementerian Pertanian (Kementan). Sejak didistribusikan dengan pengawalan langsung dari Kementan dua pekan lalu, peternak langsung memanfaatkannya dan berhenti membeli jagung pakan di pasar.

“Stok jagung pakan aman. Dua pekan lalu bantuan dari Kementan ada 96 ton. Sekarang mulai sedikit karena kita pakai. Sudah ajukan agar dikirim lagi 100 ton, untuk dipakai selama 2 minggu ke depan”, ujar Andi, Peternak Ayam Mandiri di Cianjur, Jawa Barat.

Andi mengakui harus menyesuaikan komposisi dalam pakan yang dibuatnya, mengingat kondisi saat ini di pasar jagung sedang langka. Bila biasanya di atas 50% persen, sekarang sedikit dikurangi.

Ada (jagung) di broker (pedagang), mereka nyimpen. Dijual dua pekan lalu Rp 5.200 per kg. Setelah bantuan dari Kementan seharga Rp 4.000, kita nggak beli lagi. Nggak tahu berapa sekarang”, katanya.
Roby Cahya Peternak Ayam Layer UMKM di Sukabumi, Jawa Barat menyampaikan informasi serupa.

Menurutnya jagung masih ada di pasaran, tetapi terbatas dan harganya tinggi. “Jagung ini dibilang tidak ada, ya nggak bisa juga. Karena memang jagung ada, tapi terbatas. Hari ini (Rabu 28/11/2018) Rp 5.800 sampai peternak,” tutur Roby.

Maka ia berharap Pemerintah segera mengirim lagi bantuan jagung, agar peternak tidak usah lagi membeli dengan harga tinggi. Roby berharap, dengan begitu harga jagung akan terkoreksi karena permintaan turun.

“Karena barang terbatas, diman­faat­kan oleh sekelompok orang yang mengambil keuntungan di masa sulit,” terangnya.

Saat Kementan mengirim jagung bantuan, Roby lah yang mengkoordinir untuk dibagi-bagikan ke peternak Mandiri di wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Ketika itu jagung pakan dikirim sebanyak 100 ton.

“Pemerintah sudah pada track yang benar, mengusahakan jagung bagi peternak kecil. Pinjam ke feedmill sudah betul. Tinggal dilanjutkan saja kirim bantuan berikutnya agar kami berhenti membeli ke luar, mudah-mudahkan harga jadi turun,” katanya berharap.

Roby mengaku usaha ternak yang dijalaninya termasuk kriteria menengah, bukan mikro dan kecil (mandiri). Sedangkan jagung pakan bantuan dikhususnya untuk peternak mandiri dengan kapasitas unggas di bawah 11.500 ekor. Ia berharap bantuan jagung pakan tidak hanya bagi peternak mandiri, tetapi juga peternak skala menengah.

Cita-cita Solutif Peternak Mandiri

Berusaha menemukan jalan keluar terhadap kebutuhan jagung pakan, peternak memiliki keinginan untuk menanam jagung sendiri. Namun cita-cita itu butuh usaha ekstra, jika dilakukan bersamaan dengan berternak ayam.

Andi peternak layer mandiri Cianjur punya harapan yang lebih mudah direalisasikan. Yakni memiliki dryer (pengering jagung) dan Silo (gudang penyimpanan) sendiri.

Namun ini pun tidak mudah karena pengadaannya terkendala biaya.

Padahal menurut Andi, jika memiliki dryer, peternak bisa langsung membeli jagung petani dalam kondisi basah. Sehingga tidak perlu berebut dengan broker yang memang memiliki dryer dan Silo.
“Kalau punya dryer dan Silo, peternak akan dorong petani supaya tanam jagung pakan”, pungkas Andi.

Di luar cita-citanya itu, Andi menghargai kerja Pemerintah yang telah memberi kemudahan bagi pe­ter­nak kecil untuk mendapatkan ja­gung.

“Sangat tepat sasaran, berguna sekali,” tegasnya.
(dc-van)