7 Destinasi Wisata Paling Menarik di Palembang

 

Jembatan Ampera dan Sungai Musi.Ist

Medan | Jurnal Asia
Palembang terkenal dengan makanan khasnya yakni pempek kapal selam. Padahal banyak sekali yang dapat ditelusuri lebih banyak lagi mengenai kota terbesar kedua (setelah Medan) di Pulau Sumatera ini.

Palembang secara general, kota yang menjadi Ibu Kota Sumatera Selatan ini pernah menjadi Ibu Kota kerajaan bahari Buddha terbesar di Asia Tenggara. Karenanya banyak berbagai arsitektur bergaya Tiongkok di Palembang.

Bahkan beberapa kosa kata dalam bahasa Palembang juga terdapat kata serapan yang diambil dari bahasa Tiongkok. Selain itu, Palembang juga besar dengan nama Kerajaan Sriwijaya yang berhasil mendominasi Semenanjung Malaya pada abad ke-9 sehingga kota ini mendapat julukan “Bumi Sriwijaya”.

Bahkan kota Palembang dikultuskan sebagai kota tertua di Indonesia menurut prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Bukit Siguntang. Wisata yang tertarik dapat mencari tiket perjalanan dengan bis travel xtrans menuju kota ini karena ada 7 destinasi wisata yang menarik.

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin
Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin ini didirikan oleh Sultan Mahmud Badaruddin I. Gaya bangunan masjid ini mendapat pengaruh besar oleh tiga kebudayaan, yaitu Indonesia, Eropa, dan China.

Gaya arsitektur Eropa-nya terlihat dari pintu gerbang masjid yang besar dan kokoh seperti yang kerap ditemukan pada gaya bangunan Eropa. Sedangkan gaya arsitektur Tiongkok terlihat pada bentuk atap serupa klenteng dan ujung menaranya berbentuk kerucut seperti tumpeng.

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin dijadikan sebagai salah satu masjid nasional serta cagar budaya di Palembang.

Masjid Cheng Ho
Awalnya, Masjid Cheng Ho dibangun untuk menjaga hubungan baik antara warga Palembang dan warga Tionghoa, dan juga sebagai tempat memperdalam agama Islam. Mulanya, Cheng Ho melakukan ekspedisi perdagangan, tapi secara tidak langsung beliau juga memperkenalkan agama Islam di wilayah yang ia singgahi. Maka dari itu, tempat ini merupakan spot yang sangat wajib Anda kunjungi karena memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.

Air Terjun Bidadari
Ketinggian air terjun yang mencapai kurang lebih 30 meter tersebut, keindahan Air Terjun Bidadari mampu menghipnotis Anda saat sedang berkunjung ke sini. Wisata alam ini ditumbuhi pohon-pohon rindang yang membentuk (serupa) goa yang membuat suasana area ini semakin teduh. Suasana teduh tersebut didukung oleh banyak burung dan kupu-kupu beterbangan di sana. Tempat ini dapat menjadi tempat pelarian Anda dari keramaian yang membuat Anda penat, sekaligus menjadi obat ketenangan bagi Anda.

Bukit Siguntang
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bukit ini merupakan tempat penemuan prasati Kedukan Bukit. Bukit Siguntang merupakan bukit kecil dengan tinggi kurang lebih 30 meter dari permukaan laut dan terletak sekitar 3 km dari Sungai Musi. Pada masa Kerajaan Sriwijaya, bukit ini dikenal sebagai tempat beribadah untuk umat Buddha karena dianggap sebagai tempat yang tenang dan nyaman untuk bertapa. Hingga saat ini, bukit tersebut masih dianggap sebagai tempat sakral dan masih banyak pengunjung yang datang ke sana untuk berziarah ke makam-makam bangsawan Palembang.

Jembatan Ampera dan Sungai Musi
Jembatan Ampera memiliki panjang sekitar 1.177 meter dan lebar 22 meter. Jembatan yang menjadi ikon Kota Pakembang ini kerap dikenal sebagai Jembatan Bung Karno. Nama tersebut ditujukan sebagai bentuk penghargaan kepada Soekarno yang sudah memerjuangkan keinginan warga Palembang yang menginginkan sebuah jembatan di atas Sungai Musi.

Namun, Bung Karno tidak setuju dengan pemberian nama tersebut sehingga nama Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat) menjadi sebuah nama pilihan. Selain itu, sungai yang mengalir di bawahnya merupakan Sungai Musi. Sungai Musi merupakan sungai terpanjang di Sumatera yang membelah Palembang menjadi dua bagian.

Pulau Kemaro
Pulau populer di Palembang satu ini terletak di tengah aliran Sungai Musi. Di Pulau Kemaro terdapat sebuah klenteng yang kerap dikunjungi oleh umat Buddha sebagai tempat beribadah. Di Pulau Kemaro juga terdapat pagoda dengan sembilan lantai yang baru dibangun tahun 2006, dan menariknya lagi ada juga pohon cinta di pulau ini. Konon, bila Anda dan pasangan Anda mengukir nama di pohon tersebut, hubungan Anda bersama pasangan akan terus berlanjut hingga pelaminan.

Benteng Kuto Besak
Benteng yang berlokasi persis di tepi Sungai Musi ini telah berdiri sejak ratusan tahun lalu, dan masih terlihat kokoh. Benteng Kuto Besak kerap diramaikan oleh pedagang pasar malam yang menyajikan aneka kuliner yang enak-enak di malam hari, dan salah satu kuliner yang lezat tersebut adalah pempek. Selain itu juga terdapat berbagai macam jajanan kaki lima yang tidak kalah lezatnya.(nty)