Ketika Pedagang Buku Bertahan

1 2 3 4

5
Para pedagang Buku bekas menjadi pemandangan sehari-hari apabila kita melewati area titi gantung PT.Kereta Api Indonesia (KAI) yang terletak di Jalan Stasiun, Medan Timur, Sumatera Utara. Aneka Buku bacaan dijual di tempat tersebut mulai dari buku sekolah, buku cerita bahkan mahasiswa kerap mencari buku panduan skripsinya di tempat pedagang buku bekas.

Pedagang buku bekas di Titi Gantung dan Jalan Perniagaan sudah cukup melekat di hati masyarakat Medan, dari dulu hingga sampai saat ini. Bukan sekadar mengumpulkan buku-buku lama akan tetapi sudah menjadi ikon di Kota Medan Titi gantung adalah tempat mencari buku bekas. Bahkan hingga hari ini masih menjadi satu-satunya pilihan dalam mencari buku murah yang berkualitas di antara toko buku modern yang memiliki gerai hampir di seluruh Indonesia.

Selain di Titi gantung para pedagang buku bekas juga terlihat di Jalan Perniagaan, Medan, yang sudah disediakan ruko sementara oleh pemerintah sampai ruko buku bekas selesai dibangun di Tanah Lapang Merdeka Medan.

Beberapa hari lalu sejumlah petugas Satpol PP Medan mendatangi lokasi penjualan buku bekas di Titi Gantung Medan untuk memberitahukan kepada seluruh pedagang agar meninggalkan lokasi dan pedagang buku bekas sudah mendapat teguran dari pemerintah kota agar tidak berjualan di sepanjang area titi gantung.

Hal tersebut langsung direspon oleh pedagang diantaranya, seorang Pedagang buku bekas Alex Ginanjar mengatakan ia mau saja pindah asalkan bangunan di ruko di lapangan Merdeka Medan sudah selesai di bangun. “Saya sudah lama berjualan di sini dan mata pencaharian saya dari buku bekas ini. Apabila kami disuruh pindah sekarang, mau kemana kami akan berjualan sebelum bangunan itu selesai,” tuturnya.

Saat ini proses pembangunan sedang dilakukan agar nantinya para pedagang buku bekas akan menempati lokasi bangunan yang sudah disediakan pemerintah di Lapangan Merdeka Medan.
(Hery Chaniago)