Anak Pra-sekolah Harus Tidur 11 Jam

Kurang tidur pada anak memiliki dampak serupa dengan efek buruk kurang tidur pada orang dewasa.

Kurang tidur pada anak-anak yang masih dalam fase tumbuh kembang bisa menurunkan sta­mina, energi, dan kemampuan berpikir.

Anak usia pra-sekolah yang kurang tidur, menurut studi, bisa jadi salah dari orangtua yang tidak piawai dalam mendisiplinkan anak-anak demi manfaat baik untuk masa depan.

Menurut studi terbaru me­ngatakan bahwa anak yang ti­dur kurang 11 jam sehari akan mengompensasi rasa lelah dengan makan lebih banyak pada siang hari.

Studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Obesity ini mengungkapkan bah­wa tingginya asupan kalori pada anak-anak yang kelebihan berat badan dipicu akibat letih karena kurang tidur malam.

Penelitian yang dipimpin oleh Laura McDonald dari Department of Epidomology and Public Health, Health Behaviour Research Centre of the University Collego London, mengatakan bahwa anak usia lima tahun yang ditemukan tidur kurang dari 11 jam, memiliki nafsu makan tinggi pada jenis makanan berlemak dan manis.

Nah, kondisi yang demikian tidak terjadi pada anak-anak yang tidur malam dengan waktu cukup.

“Kini, ada temuan yang mem­buktikan bahwa anak yang kurang tidur bisa menyebabkan mereka mudah lapar sehingga nafsu makan mereka melonjak kala siang hari. Peningkatan nafsu makan tersebut terjadi karena kurang tidur,” terang McDonald.

Kurang tidur pada anak balita, kata McDonald, merupakan ma­salah yang tidak bisa dianggap sepele mengingat anak-anak masih dalam fase pertumbuhan dan membutuhkan energi prima.
(kcm)