Kerusuhan di Lapas Langkat, Kapolda : Dugaan Sementara Ada Perlakuan Tidak Menyenangkan

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto meninjau Lapas Narkotika Kelas III di Langkat. Ist

Langkat | Jurnal Asia
Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Agus Andrianto meninjau langsung lokasi kerusuhan di Lapas Narkotika Kelas III Langkat, Kamis (16/5) malam.

Ia menjelaskan dugaan sementara, pemicu kerusuhan ini adanya perlakuan yang tidak menyenangkan yang dialami salah seorang narapidana (napi).

“Untuk kejadian awalnya, ada salah seorang napi yang diduga memasukkan narkoba ke dalam lapas. Namun diduga napi tersebut mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Sehingga menarik empati napi lain,” ujarnya.

Jenderal bintang dua ini melanjutkan pihaknya dibantu dengan TNI, terus melakukan pengejaran terhadap napi yang kabur. Alhasil untuk sementara sekitar 97 orang napi sudah diamankan kembali, dan diperkirakan akan terus bertambah.

Kapolda mengatakan jumlah tahanan di Lapas tersebut mencapai 1635 orang, hingga kini masih dalam penghitungan berapa yang kabur dan berapa yang berhasil diamankan.

Sebelumnya kerusuhan di dalam Lapas terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Hal tersebut disampaikan salah seorang napi yang bernama Anto.

“Jadi si Aji (nama panggilan napi) yang diduga menyeludupkan sabu ribut dengan petugas. Alhasil ia mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan. Ia digebuki, kalau ku lihat kondisi miris. Maaf cakapnya sampai keluar kotoran si Aji ini,” jelasnya.

“Kami kasihan, jadi napi lain berusaha menolong, hingga sampai terjadi keributan,” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, kerusuhan pecah di Lapas Kelas III Narkotika Langkat, Kamis (16/5) mengakibatkan ratusan narapidana (napi)  melarikan diri, dan kondisi Lapas hancur berantakan.

Meskipun penyebab kerusuhan belum dapat dipastikan dan masih dalam penyelidikan pihak berwajib namun diduga terkait dengan kekecewaan napi terhadap arogansi petugas sipir.

Indikasi ini terlihat dari teriakan napi yang mengutuk pihak Lapas. “Kami manusia, bukan binatang,” teriak napi sambil memecahkan kaca bangunan menggunakan batu.(wo)