Kapal Meledak Saat Sedang Dirakit, 5 Tewas

Serang – Ledakan terjadi saat pegawai sedang merakit kapal KM Kendhaga Nusantara 14 di dalam kawasan PT Krakatau Shipyard di Kampung Ambaru, Desa Pulo Ampel, Serang, Banten. Akibat ledakan tersebut lima orang tewas dan empat orang mengalami luka-luka.

Informasi yang diperoleh, ledakan terjadi sekira pukul 08.00 WIB, saat pegawai sedang melakukan pengelasan di dalam badan kapal. Tiba-tiba terjadi ledakan keras di lokasi pengelasan, akibat ledakan plat berterbangan dan pegawai tertimpa material kapal.

Kelima korban tewas diketahui, Safrudin 30 Tahun, Ifon Efendi (25), Yadi umur belum diketahui, Supri (30), Misri (50). Sedangkan korban luka-luka Ali, Dani, Asmara, Rusman.

Sedangkan penyebab ledakan masih dalam pemeriksaan oleh pihak Polres Cilegon. Sementara korban tewas dan luka-luka dievakuasi ke RSUD Cilegon dan rs dr Drajat Prawiranegara, Serang.

“Iya, benar (terjadi ledakan). Sedang dilakukan oleh TKP,” kata Kapolres Cilegon AKBP Romdhon Natakusuma, Jumat (11/8).

Harganya Rp113,3 Miliar
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, A. Tonny Budiono menyebutkan ledakan kapal di galangan PT PT. Krakatau Shipyard, Desa Pulo Ampel, Serang, Banten pada Jumat pagi ini (11/8) merupakan kapal pesanan Kementerian Perhubungan.

“Iya benar telah terjadi ledakan di area galangan kapal ketika pekerja baru memulai kerja untuk merakit kapal tersebut . Ledakan terjadi KM Kendhaga Nusantara 14 yang merupakan pesanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut,” papar Dirjen Hubla Tonny Budiono.

Kapal KM Kendhaga Nusantara 14 merupakan kapal tipe Kontainer 100 Teus pesanan Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang diperuntukkan untuk mendukung program Tol Laut di wilayah Timur Indonesia.

Adapun kapal ini dibangun atas Kerja Sama Operasi (KSO) antara perusahaan galangan kapal PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) dengan PT. Krakatau Shipyard, sumber anggaran dari APBN tahun 2015 hingga 2017 dengan sistem multiyears (3 tahun) senilai Rp 113,3 miliar.

Disebutkannya proses pengerjaan kapal hingga saat ini sudah mencapai 61 persen. “Musibah ini murni kecelakaan kerja dan kiranya agar pihak galangan selalu mengutamakan keselamatan dalam bekerja dengan tetap mengikuti prosedur yang telah ditetapkan,” ujar Tonny.

Atas kejadian kecelakaan hingga menewaskan 5 orang pekerja tersebut, Dirjen Hubla menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang dia tidak harapkan itu. “Ke depan saya tidak ingin kejadian seperti itu terulang, dan pihak galangan harus lebih mementingkan keselamatan,” katanya.

(pkc)