Lobo Absen Kontra Persebaya

Medan | Jurnal Asia

Bek PSMS Medan Reinaldo Lobo kembali tidak bisa memperkuat tim saat kontra Persebaya Surabaya pada lanjutan Liga 1 Indonesia 2018 di Stadion Teladan Medan, Sabtu (1/12) mendatang. Pasalnya, Lobo kembali terkena akumulasi kartu.

Tercatat, sejauh ini, bek asal Brazil tersebut sudah mengoleksi sembilan kartu kuning dari seluruh laga yang sudah dijalaninya hingga pekan ke 31 ini. Sebagai catatan jika, untuk akumulasi pertama, pemain terkena tiga kartu kuning. Dengan absen di pertandingan nanti, Lobo sudah absen sebanyak empat laga, masing-masing saat kontra Borneo (1 Juni), Persipura Jayapura (12 Juli), Persela Lamongan (21 September), dan Persebaya Surabaya (1/12) mendatang. Dan Lobo menjadi salah satu pemain asing yang cukup produktif dalam menerima kartu.

Terkait hal ini, Pelatih PSMS, Peter James Butler, mengaku berang terlebih skuad Ayam Kinantan akan menjalani laga krusial kontra Persebaya.

“Lobo tidak bisa main. Saya kecewa sama dia, disiplin kurang. Saya sudah bicara sama dia, dan kecewa bagaimana dia main. Ketika pemain asing terima gaji lebih besar dari pemain lokal, mereka harus ada tanggung jawab, kasih performance dan tanggung jawab, kasih disiplin yang lebih tinggi dari pemain lokal,” ujarnya usai usai memimpin latihan PSMS di Stadion Teladan Medan, kemarin.

Menurutnya, sebagai pemain asing yang diandalkan tim, memperoleh banyak kartu kuning, terutama di saat kritis seperti yang dialami PSMS saat ini adalah hal yang sangat merugikan. “Tidak bagus dapat kartu kuning terus ketika tim dalam kondisi seperti ini, kritis. Apa lagi sebelumnya, dua bulan dia cedera atau suspend (ditangguhkan) itu tidak cukup bagus,” bebernya lagi.

Membutuhkan kemenangan saat menghadapi Persebaya, absennya Lobo membuat Peter Butler diharuskan putar otak. Namun sejumlah pemain siap menggantikan posisi Lobo. “Alex (Alexandros Tanidis) bisa masuk. Saya rasa di putaran kedua Alex buat impact bagus sekali. Rony (Rony Fatahillah) dan Danie (Danie PRatama) juga main bagus,” katanya.

Dikatakannya, menghadapi Persebaya, pemain harus menunjukkan mentalitas bertanding yang baik dan tetap memiliki motivasi yang kuat.

“Kalau kita datang ke sini dengan mentalitas yang kurang kuat, masalah besar. Mereka tahu saya saya fight untuk menit terakhir, pertandingan terakhr. Ketika ada situasi seperti ini semua pemain harus ambil tanggung jawab,” tukasnya.

PSMS Medan sendiri mengaku tak memiliki strategi khusus untuk mematikan pergerakan dari mesin gol Persebaya Surabaya, David Da Silva. Peter Butler bahkan sudah menyiapkan antisipasi untuk menjinakkan pemain tersebut.

“Tidak ada strategi khusus untuk menjaga David da Silva karena kami akan tampil menyerang. Kita harus tetap fokus dan jaga pemain lawan yang berbahaya. Kita harus ganggu pemain lawan. Kita ada Roni Fatahillah untuk antisipasi itu,” ujar Butler di Stadion Teladan, Selasa 27 November 2018.

Lanjutnya, PSMS sudah memiliki rencana dan mereka tidak akan fokus terhadap salah satu pemain dari Persebaya. Dalam duel hidup mati tersebut, penggawa PSMS diminta untuk tampil habis-habisan mengingat Ayam Kinantan sedang berjuang keluar dari zona degradasi.
(bambang nl-adp)