KNKT: Lion Air PK-LQP Tak Laik Terbang

Tim SAR gabungan mengangkat ban pesawat Lion Air JT610 ke atas Kapal Baruna Jaya I di Perairan Karawang, Jawa Barat, Minggu (4/11/2018). Ban pesawat tersebut ditemukan di kedalaman 32 meter. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.

Sejak dari Denpasar

Jakarta | Jurnal Asia

Lion Air menyebut pesawat PK-LQP, yang jatuh di perairan Karawang, telah dinyatakan laik terbang. Meski begitu, KNKT punya pendapat lain.

KNKT saat merilis ‘Preliminary Report’ KNKT.18.10.35.04 tentang jatuhnya Lion Air PK-LQP menyebut pesawat tersebut sudah tak laik terbang sejak akan terbang ke Jakarta dari Denpasar, malam sebelum pesawat tersebut jatuh keesokan harinya.

“Ini dasar keluar rekomendasi kita yang pertama, kepada Lion Air, pilotnya untuk menentukan terus atau kembali. Karena menurut pandangan kami, yang terjadi itu pesawat sudah tidak laik terbang,” kata Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo dalam jumpa pers di kantor KNKT, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (28/11).

“Menurut pendapat kami, seharusnya penerbangan itu tidak dilanjutkan,” tegasnya.
Nurcahyo menjelaskan pesawat PK-LQP merupakan pesawat baru yang baru terbang 385 kali. Nantinya, KNKT membawa pembahasan mengenai proses sertifikasi pesawat ini saat pertemuan di Amerika Serikat dengan pihak terkait.

“Pesawat ini pesawat baru, baru kira-kira 3 bulan, baru 385 penerbangan baru mungkin sekitar 400 kali terbang. Ini yang akan menjadi salah satu topik diskusi kami di Amerika. Salah satunya bagaimana proses sertifikasi pada saat pesawat selesai dibuat, diserahkan ke Lion Air, proses pemeriksaannya bagaimana,” jelas Nurcahyo.

“Bahkan mungkin kami akan sampai pada bagaimana quality control di pabrik pesawat Boeing. Termasuk kita butuhkan evaluasi data yang sekarang belum selesai, 385 sekian penerbangan yang ada di data ataupun access recorder,” imbuhnya.

Dalam laporan awal ini, Lion Air mengeluarkan 2 rekomendasi untuk Lion Air. Lion Air diminta meningkatkan budaya keselamatan dan menjamin pilot dapat dapat mengambil keputusan untuk melanjutkan penerbangan. Rekomendasi kedua adalah agar Lion Air menjamin semua dokumen operasional diisi dengan tepat.(dtc/put)