Kekecewaan Netizen Berhentinya Audisi Badminton PB Djarum, #BubarkanKPAI Trending Topik di Twitter

 

PB Djarum menggelar konferensi pers. Foto PB Djarum

Jakarta | Jurnal Asia
Media sosial masih hangat memperbincangkan topik panas antara KPAI dan Djarum. Hingga Senin, (9/9/2019), polemik ini masih sangat ramai dibicarakan netizen.

Khususnya di lini masa Twitter di mana kalimat bertagar #BubarkanKPAI menjadi trending topik nomor satu untuk wilayah Indonesia. Dari cuitan-cuitan itu, banyak yang menyuarakan kekecewaan terhadap KPAI.

Seperti diberitakan, tahun 2019 akan menjadi tahun terakhir untuk Audisi Umum dalam pencarian bakat bulutangkis yang digelar PB Djarum.

Hal itu terkait tudingan KPAI pada PB Djarum bahwa audisi ini merupakan salah satu cara eksploitasi anak-anak dan nama tersebut dinilai identik dengan salah satu produsen rokok ternama di Indonesia.

Dilansir lewat lamanĀ detik.com, Ketua KPAI Susanto menjelaskan terdapat regulasi yang tegas mengatur masalah tersebut dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

Ia pun menambahkan bahwa pihaknya tidak menghentikan audisi bulutangkis. Dia berpendapat pihaknya justru mendukung pengembangan bakat anak-anak Indonesia, di antaranya bulutangkis.

PB Djarum mengumumkan secara resmi untuk menyetop audisi umum di Hotel Aston, Purwokerto, Sabtu (7/9/2019). Mereka menghentikan ajang itu hingga polemik dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemui solusi.

“Terimaksih @KPAI_official atas keputusannya telah mengubur tekad dan semangat juang anak anak Indonesia yang ingin menjadi pemain badminton profesional.

DanĀ  sudah meredupkan prestasi badminton Indonesia yang selama ini di lakukan @PBDjarum
#bubarkanKPAI,” tulis salah seorang netizen.(wo/detik)