Program Indonesia Pintar Sentuh SMP Masehi Namorambe

SK PIP : Anggota DPR RI, dr Sofyan Tan secara simbolis memberikan SK PIP kepada Kepsek SMP-SMA Masehi Namorambe, Best Ginting.

Deli Serdang | Jurnal Asia

Program Indonesia Pintar (PIP) “sentuh” Sekolah Menengah Pertama Masehi Namorambe, Deli Serdang. Dalam program tersebut, pemerintah mengucurkan dana Rp39.750.000 untuk siswa SMP dari keluarga kurang mampu di tahun 2017 dan 2018.

Anggota DPR RI, dr Sofyan Tan mengatakan, bukan hanya PIP, bantuan juga diberikan pemerintah untuk merehab dua ruang kelas di SMP Masehi Namorambe sebesar Rp100 juta.

“Jika ditotal mencapai Rp139.750.000. Ini belum termasuk program PIP yang kita berikan untuk siswa SMA sebesar Rp.79 juta,” katanya disela peresmian dua ruang kelas SMP Masehi yang sudah di rehab, Senin (14/1).

Saat ini lanjutnya, pemerintah Indonesia telah menargetkan merehab 156.000 ruang kelas yang mengalami rusak berat dan sedang di berbagai sekolah di Indonesia. Dan dua ruangan ini merupakan bagian dari target.

Politisi Partai PDI-Perjuangan, Komisi X ini menambahkan, target dan program Presiden Joko Widodo untuk sekolah serta pendidikan warga kurang mampu itu direalisasikan agar anak-anak Indonesia bisa pintar demi masa depan bangsa.

“Bapak Jokowi sangat memegang teguh program dan target ini. Sekolah harus bagus dan nyaman, warga kurang mampu diberi PIP untuk bayar uang sekolah.Dana yang dianggarkan oleh pemerintah untuk sektor pendidikan sebesar Rp487 triliun,” ungkapnya.

Pengawas Dinas Pendidikan Deli Serdang, Polung Sinaga mengungkapkan, bantuan pemerintah yang difasilitasi Anggota DPR RI, dr Sofyan Tan untuk sekolah Masehi Namorambe untuk kemajuan pendidikan di Kabupaten Deli Serdang.

“Saya tidak kaget jika sekolah ini difasilitasi dr Sofyan Tan untuk menerima bantuan, kiprah dan komitmen beliau memang sudah tidak diragukan lagi di dunia pendidikan. Dari dulu saya sudah mendengar bahwa beliau juga punya yayasan dan memelopori sekolah pembauran,” ucapnya.

Kepala Sekolah SMP-SMA Masehi Namorambe, Best Ginting mengaku, keberadaan ruang kelas di SMP Masehi Namorambe sebelum direhab kondisinya memang sangat memprihatinkan.

“Waktu dulu hujan kami terpaksa kumpul di satu tempat agar tidak terkena tetesan air. Jika tidak hujan kami juga merasa khawatir karena pondasi bangunannya juga sudah rapuh dan goyang,” tandasnya.(net)