Di RS Pirngadi Medan, Hanya 2 Orang Yang Gunakan Hak Pilih

Hak Pilih : Seorang keluarga pasien sedang menggunakan hak pilihnya di RS Pirngadi Medan, Rabu (17/4).Netty

Medan | Jurnal Asia
Pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Rabu (17/4) secara serentak merupakan pesta seluruh warga Indonesia. Tak terkecuali mereka yang tengah dirawat karena sakit dan hak pilihnya tetap bisa tersalurkan.

Di Rumah Sakit Pirngadi Medan sendiri, ada dua orang yang menggunakan hak pilihnya dengan menggunakan A5. Petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) bersama pihak rumah sakit langsung mendatangi pasien dan keluarga pasien di ruang inap dengan membawa kardus dan kertas suara.

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUD Dr. Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin mengatakan, sebelum Pemilu, pihaknya bersama petugas TPS Kelurahan Perintis Medan sudah melakukan sosialisasi dengan pasien dan keluarga pasien pada 10 April 2019 kemarin. Bagi pasien dan keluarga pasien yang ingin memilih di rumah sakit harus mengurus surat A5.

Pada Kamis kemarin (11/4), pihaknya sudah mendata berapa banyak pasien dan keluarga pasien dan jumlahnya ada sekitar 153 orang. Dan data terakhir pada 16 April 2019 tinggal 84 orang.

“Memang yang mau memilih di rumah sakit terus menurun mungkin dengan alasan ingin memilih dirumah masing-masing. Data kemarin terkahir, hanya 29 orang yang berjanji akan mengurus A5, tapi tadi pagi cuma 2 orang saja yang membawa A5,” katanya di RS Pirngadi Medan, Rabu (17/4).

Dari dua pemilih ini, sambung dia, satu orang merupakan pasien penyakit kanker dan satu orang lagi merupakan keluarga pasien tersebut.

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Kelurahan Perintis, Indra Surya Lubis mengungkapkan, dalam melaksanakan tugas di rumah sakit,
tidak ada kendala karena hal tersebut sudah menjadi rutinitas saat Pemilu. Pihaknya sengaja membuat TPS di belakang rumah sakit untuk memudahkan petugas saat mengambil surat suara.

“Kami memang khusus melayani pasien atau keluarga psien yang ingin menggunakan hak pilihnya,” ujarnya.

Untuk Pemilu 2019 ini, sambungya, TPS Kelurahan Perintis menurunkan 3 petugas dari TPS, KPPS sebanyak 2 orang, 3 orang dari Panwaslu dan 2 orang dari kepolisian.

“Kami sudah melakukan sosialisasi dengan maksimal. Dan yang menggunakan hak pilih di sini hanya 2 orang saja,” tandasnya.(nty)