Iran Bantah Tembak Jatuh Pesawat Ukraina, Undang AS Lakukan Investigasi

 

Puing-puing pesawat jatuh di Iran. AFP/Getty Images/CNN

Teheran | Jurnal Asia
Pemerintah Iran membantah tuduhan bahwa mereka menembakkan rudal yang menjatuhkan pesawat maskapai Ukraina. Untuk membuktikan bantahan tersebut, Iran mengundang penyidik Amerika Serikat ikut mencari tahu penyebab insiden itu.

Sebelumnya beberapa kepala negara menyebut pesawat maskapai Ukraine International Airlines Flight nomor PS752 ditembak jatuh, menewaskan seluruh 176 penumpang dan kru. Kemungkinan rudal tidak sengaja ditembakkan karena peristiwa itu terjadi tidak lama setelah serangan Iran ke pangkalan militer AS di Irak.

Di antara yang berpendapat demikian adalah Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, dan PM Inggris Boris Johnson. Iran membantahnya dan mengundang ketiga negara itu terlibat dalam penyelidikan jatuhnya pesawat Boeing 737-800 tersebut.

“Laporan itu adalah perang urat saraf terhadap Iran. Semua negara yang warganya di dalam pesawat itu bisa mengirim perwakilan mereka dan kami mendesak Boeing mengirim wakilnya untuk bergabung dalam proses investigasi kotak hitam,” kata juru bicara pemerintah Iran Ali Rabiei, dikutip┬áReuters via Kumparan, Kamis (9/1).

Iran mengaku telah mengirim undangan resmi kepada Badan Keamanan Transportasi Nasional AS (NTSB) untuk ambil bagian dalam penyelidikan.

“NTSB telah membalas kepada kepala penyidik kami dan mengumumkan wakilnya yang terakreditasi,” kata Farhad Parvaresh, perwakilan Iran di Organisasi Penerbangan Sipil, badan aviasi PBB.

Namun belum ada pernyataan dari NTSB. Keterlibatan NTSB akan sulit karena Iran diganjar sanksi oleh pemerintah Barat. Namun karena Boeing adalah buatan perusahaan Amerika, NTSB kemungkinan akan mendapatkan izin.

Boeing dalam pernyataannya juga mendukung keterlibatan NTSB dalam penyelidikan tersebut. NTSB sendiri mengaku tidak ingin berspekulasi soal penyebab jatuhnya pesawat Ukraina sebelum ada bukti yang jelas.

Pesawat itu jatuh tidak lama setelah tinggal landas dari bandara Teheran menuju Kiev. Menurut saksi, pesawat terbakar di udara sebelum jatuh. Tidak ada peringatan darurat dari pilot dan pesawat diketahui hendak putar balik.

Insiden ini menewaskan 176 orang, termasuk di antaranya 63 warga Kanada, 130 Iran, 11 Ukraina, 10 Swedia, 4 Afghanistan, tiga Jerman, dan tiga Inggris.(wo)