Lulusan USM Indonesia Diharapkan Berdaya Saing global

Medan | Jurnal Asia

Sesuai visi USM Indonesia yaitu menjadi universitas yang unggul, berkarakter dan berdaya saing global 2038, maka lulusan diharapkan memiliki keunggulan dibandingkan lulusan perguruan tinggi lainnya.

“Dengan demikian lulusan juga memiliki karakter spritualisme, intelektualisme, profesionalisme, nasionalisme dan globalisme, serta memiliki daya saing global yang merupakan keharusan di era revolusi industri 4.0,” kata Rektor USM Indonesia Dr Ivan Elisabteh Purba MKes dihadapan 764 lulusan di kampus tersebut Jalan Amal Luhur Medan, Jumat (16/11).

Dari 764 lulusan yang diwisuda selama tiga hari (14-16/1) terdiri Sarjana Kesehatan Masyarakat 99 orang, Magister Kesehatan Masyarakat 137 orang.

Dari Diploma III Anafarma sebanyak 70 orang, Sarjana Hukum 17 orang dan Sarjana Farmasi sebanyak 183 orang. Sedangkan Diploma III Analis Kesehatan 143 orang dan Profesi Ners 115 orang .
Disebutkan Ivan, dalam kurun waktu lima tahun sesuai renstra tahap I 2013 – 2018, USM Indonesia fokus pada penguatan tata kelola dan telah dibuktikan dengan meningkatnya peringkat akreditasi berbagai program studi.

Dari 20 program studi 12 sudah memperoleh peringkat B (60%) dan 1 sedang menunggu hasil asesmen lapangan, sedangkan lainnya sedang menunggu proses asesmen lapangan dari BAN-PT.

“Saat ini kita sedang mengajukan usulan 3 program studi baru yaitu program studi profesi bidan dan profesi apoteker,untuk profesi bidan sudah dikunjungi tim evaluasi lapangan kemenristekdikti. Untuk itu kita berharap semua semoga program studi yang diusulkan segera diberikan ijin kemenristekdikti,” harapnya.

Menyangkut proses sertifikasi dosen USM Indonesia sesuai rencana dan tahapan pengembangan SDM telah berjalan dengan baik dan lancer. Hingga saat ini dari 202 dosen telah memiliki jenjang pendidikan S3 sebanyak 14 orang, sedang proses S3 (7%). Sebanyak 18 orang sedang kuliah baik dalam maupun di luar negeri diharapkan tahun 2019 akan memiliki 34 orang (16,7 % doktor) dan 1 guru besar.

Ivan Elisabeth juga mengatakan, sistem administrasi akademik (SIAKAD) sistem informasi manajemen keuangan (SIMKEU), sistem informasi manajemen kepegawaian (SIMPEG) sistem informasi manajemen fasilitas (SIMFA) telah terakses internet berbasis yang tersedia WIFI dengan kapasitas 100 MB.

“Ini untuk mendukung proses tridharma perguruan tinggi berbasis teknologi informasi yang sudah menjadi komitmen Yayasan Sari Mutiara Medan,” kata Ivan yang pada wisuda tersebut juga dihadiri Ketua Yayasan Sari Mutiara Parlindungan Purba SH MM.

Pada wisuda kali ini para lulusan dibagikan langsung ijazah asli merupakan hasil tata kelola manajemen administrasi akademik berbasis informasi teknologi, sehingga seluruh proses adminstrasi dapat terselesaikan cepat dan langsung ijazah asli dibagikan. (swisma)