Latih Fasilitator untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Sekolah Melalui Program STEP

Pelatihan : Para fasilitator sedang mendapatkan pelatihan untuk memiliki kemampuan melatih dan mendampingi guru dalam menerapkan praktik-praktik pembelajaran, Selasa (26/3).Netty

Medan | Jurnal Asia
Tanoto Foundation gandeng Asian Agri hadirkan program School Transition and Empowerment Project (STEP) untuk membangun kemandirian sekolah dalam peningkatan kualitas pendidikan.

Program ini difokuskan pada penguatan forum Kelompok Kerja Guru (KKG) dengan melatih fasilitator untuk memiliki kemampuan melatih dan mendampingi guru dalam menerapkan praktik-praktik pembelajaran yang sesuai dengan prinsip-prinsip Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM).

Program Manager STEP Tanoto Foundation, Rahmat Hidayat Setiawan melalui Provincial Koordinator, Yusri Nasution mengatakan, program tersebut bertujuan untuk membangun kemandirian sekolah dalam peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan. Terutama untuk mendukung kesiapan sekolah-sekolah yang telah mendapat intervensi Program Pelita Pendidikan (2010-2017) agar semakin mandiri.

“Dengan pelatihan ini maka memberikan kesempatan bagi fasilitator lokal untuk mengembangkan kapasitas sehingga meningkatkan kemampuan memfasilitasi kegiatan belajar bersama dalam forum KKG dan pendampingan bagi Kepala Sekolah,” katanya disela pelatihan di Medan, Selasa (26/3).Secara khusus sambungnya, pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada fasilitator tentang desain program yang akan diimplementasikan di masing-masing sekolah. Dengan begitu, substansi penerapan praktik-praktik pembelajaran aktif khususnya pembelajaran bakal mendorong pengembangan potensi siswa.

Provincial School Coordinator Asian Agri P1 Sumatera Utara, Fauzi Aksana Rustam menambahkan, fasilitator lokal diharapkan memiliki kemampuan dalam mengelola kebutuhan pelatihan dan pendampingan bagi guru melalui modul-modul yang sudah dilatihkan.

“Dengan adanya kegiatan penyegaran kembali para fasilitator lokal ini diharapkan mereka dapat memiliki kemampuan dalam menerapkan hasil-hasil pelatihan yang nantinya dapat menjadi role modelĀ  bagi guru-guru di sekolah dampingan yang tersebar di 6 kabupaten kota,” ucapnya.

Sementara itu, Fasilitator Lokal, guru dari Negeri Lama kabupaten Labuhanbatu, Marlina mengaku, banyak manfaat yang didapatkan dari pelatihan ini selain dari fasilitas juga mendapat pembelajaran
sesuai PAIKEM. Pelatihan yang diajarkan Tanoto Foundation bisa diterapkan pada media pembelajaran di sekolah sehingga anak-anak tidak jenuh.

“Banyak teori pembelajaran yang didapat dari pelatihan ini misalkan, piramida cerita, pijak huruf dan lainnya. Dengan media seperti ini membuat anak-anak lebih kreatif karena tidak bosan dalam belajar,” pungkasnya.(nty)