Jamin Keselamatan Saat PKN, Mahasiswa Dibekali Layanan BPJS

 

Pihak BPJS Ketenagakerjaan Kota Medan memberikan penjelasan ke mahasiswa PKN.Netty

 

Medan | Jurnal Asia
Sedikitnya 135 dari Prodi Pengelolaan Perhotelan, Manajemen Usaha Perjalanan, dan Manajemen Perencanaan dan Pemasaran Pariwisata dari Politeknik Pariwisata Medan akan melaksanakan Praktek Kerja Nyata (PKN). Untuk menjamin keselamatan saat PKN, mahasiswa dibekali layanan BPJS.

Menurut Direktur Poltekpar Medan, Anwari Masatip, PKN merupakan program yang wajib di jalani oleh setiap mahasiswa sebagai bentuk realisasi pembelajaran dan praktek kerja langsung di sebuah perusahaan perhotelan maupun travel.

Dari 135 mahasiswa PKN ini, katanya, nanti disebar ke beberapa daerah di Indonesia seperti Jakarta, Yogyakarta, Bali, Bintan dan beberapa kota di luar negeri sesuai dengan penempatan oleh unit PKN. Mahasiswa akan melaksanakan PKN selama enam bulan.

“Kita ingin menjamin para mahasiswa aman selama melakukan PKN. memberikan perlindungan selama mereka bekerja dengan menyiapkan fasilitas BPJS,” katanya, Rabu (22/5).

Oleh sebab itu, sebelum mahasiswa berangkat untuk PKN, pihaknya mengadakan Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan. Kegiatan ini berlangsung pada Hari Selasa, 21 Mei 2019 di Hotel Achmad Tahir Politeknik Pariwisata Medan.

Poltekpar Medan mendatangkan narasumber, Andri dan Nanda dari BPJS Ketenagakerjaan Kota Medan untuk memberikan penjelasan yang detail terkait pembiayaan dan klaim bila terjadi sesuatu selama mahasiswa PKN. Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran mengenai pentingnya memiliki BPJS Ketenagakerjaan meningkat.

“Mahasiswa  harus mendapatkan jaminan keselamatan kerja selama PKN. Mahasiswa di berangkatkan dengan keadaan fisik yang baik dan harus kembali dengan baik dilengkapi dengan pengalaman bekerja yang dapat dijadikan modal utama untuk bekerja nantinya” kata Ni Wayan Giri selaku Deputi Bidang Pengembangan dan Industri Pariwisata.

Ia menambahkan, kita harus menanamkan pesan dari Menteri Pariwisata harus berpikir dengan benar sehingga cara bertindak benar. Belajar dari pengalaman sebelumnya anak-anak mahasiswa harus di bekali dengan perlindungan yang maksimal.

“Apalagi mereka jauh dari rumah dan kita tidak mampu memprediksi apa yang akan terjadi,” ucapnya.

Dengan terdaftarnya mahasiswa dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), maka mahasiswa akan lebih terjamin keselamatannya selama melaksanakan program magang di industri.(nty)