Jaga Kedaulatan Bangsa, Mahasiswa Harus Tangkal Radikalisme

Mahasiswa Poltekpar Medan diajak tangkal radikalisme.Netty

Medan | Jurnal Asia
Mahasiswa merupakan pelajar perguruan tinggi atau dalam struktur pendidikan Indonesia yang menduduki jenjang satuan pendidikan tertinggi di antara jenjang lainnya. Karenanya, sebagai penerus bangsa yang memiliki tugas mempertahankan kedaulatan dan kemajuan bangsa harus dapat menangkal radikalisme.

Direktur Poltekpar Medan, Anwari Masarip mengatakan, tugas mulia yang harus dilakukan oleh seorang mahasiswa adalah dengan melaksanakan kegiatan pendidikan. Pendidikan di sini adalah mahasiswa yang meminta kepada pihak kampus untuk memberikan pengajaran dengan fasilitas yang maksimal dalam proses kegiatan belajar dan mengajar.

“Selain belajar teori dan praktik yang sesuai dengan prodi masing-masing, mahasiswa sering kami bekali dengan ilmu pengetahuan yang dibawakan oleh praktisi dari luar kampus,” katanya, Kamis (3/10).

Hari ini, katanya, mahasiswa Poltekpar Medan dibekali tentang bagaimana cara menangkal radikalisme. Ini untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan di lingkungan Poltekpar Medan khususnya dan bernegara pada umumnya.

Menurutnya, maraknya demo mahasiswa akhir-akhir ini juga memancing keinginan mahasiswa Poltekpar Medan untuk turut serta. Melalui kegiatan dengan narasumber Albertus Magnus Putut Prabantoro yang merupakan Konsultan Komunikasi Publik, Alumnus Lemhanas RI – PPSA XXI menyampaikan tentang kondisi Indonesia saat ini dan bagaimana seharusnya mahasiswa bersikap.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan, Ni Wayan Giri menyambut baik langkah Poltekpar Medan ini. Menurutnya mahasiswa saat ini sangat penting diberi pemahaman tentang radikalisme sehingga persatuan dan kesatuan tetap terjaga dan semakin kuat.

“Disamping itu mahasiswa kita harus tetap menjunjung hospitality dan well grooming setiap hari,” ucapnya.

Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya menambahkan, Indonesia saat ini membutuhkan para pemuda dan pemudi yang paham dengan situasi saat ini dan diharapkan dapat menjadi agen perubahan. Penerus bangsa yang dapat memilah berita hoaks atau bukan, tidak mudah terprovokasi, berkarakter jujur, setia pada Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945.

“People are the real differentiator. Saya meyakini yang membedakan antara 1 bangsa dengan bangsa lainnya adalah manusianya dan yang membedakan antara 1 manusia dengan manusia lainnya adalah karakter dan kompetensinya,” tambahnya.

Ia melanjutkan, Sumber Daya Manusia pariwisata harus memiliki karakter cinta tanah air, daya juang yang tinggi karena tidak ada hal yang instan, serta wajib menolak malas. Mereka juga harus dilatih untuk membuat risiko menjadi sebuah tantangan.(nty)