Parlindungan Purba Ingatkan Bupati  Tindaklanjuti Sister City Kab Karo dan Zundert Belanda 

 

Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama dengan Anggota DPD RI Parlindungan Purba. Ist

Karo | Jurnal Asia
Pertemuan kedua tokoh pusat dan daerah dalam mengingatkan serta mendukung suatu konsep yang berpihak kepada kemajuan masyarakat, akan menghasilkan pekerjaan yang baik, karena pemangku kepentingan bersinergi satu dengan lain.

Demikian dikatakan anggota DPD RI Parlindungan Purba saat bertemu dengan Bupati Karo Terkelin Brahmana, Minggu (7/7/2019) disela sela menghadiri bersama pesta  pernikahan anak Rektor USU Prof. Dr H. Runtung Sitepu di Hotel Santika Medan.

Sebelumnya diketahui Parlindungan Purba berangkat ke kota Zundert Belanda dalam rangka berbagai kunjungan kerja selaku anggota DPD RI, selama dalam kunjungan ke Walikota Zundert, Belanda terungkap bahwa Zundert, Belanda ada menjalani Mou dengan Kabupaten Karo terkait “Sister City”.

Untuk itu Parlindungan Purba, meminta kiranya Kabupaten Karo segera menanggapi surat yang telah dikirim oleh Kedutaan Besar  Republik Indonesia Den Haag  kepada dirinya yaitu : nomor 131/Ek /DB/V/2019 tanggal 3 mei 2019, tentang peluang tindak lanjut Sister City Zundert-Kab. Karo sejak tahun 2016 lalu.

Menurutnnya program dan kerja sama ini adalah sangat bagus sebab Sister City merupakan suatu konsep penggandengan dua kota yang berbeda lokasi untuk menjalin hubungan budaya dan kontak sosial antar penduduk.

“Terjalinnya hubungan Sister City umumnya punya persamaan keadaan demografi dan masalah-masalah yang dihadapi,selain  berguna untuk program pertukaran pelajar dan kerjasama di bidang budaya dan perdagangan,” jelasnya.

Sementara Bupati Karo Terkelin Brahmana, mengucapkan terimakasih kepada Parlindungan Purba anggota DPD RI yang telah memberikan informasi, sekaligus telah barusan meneruskan via WhatsApp surat yang telah dikirim Kedutaan Besar Republik Indonesia Den Haag, melalui DPD RI ke Pemda, Karo sebagai tanggapan  tindak lanjut Mou “Sister City” yang ditahun 2016 lalu yang terakhir diperpanjang.

Untuk itu, dengan adanya surat ini pihaknya akan segera menyampaikan kepada OPD terkait agar dapat diberikan tanggapan terkait sister city, sebab Mou ini sebelumnya sudah ada sejak ditahun 2008-2013 dan 2013-2016 hingga terakhir 2016-2019 ini.

“Iya, kita akan tindaklanjuti segera, kita tahu sister city, Zundert -Kab. Karo ada kesamaan  konsep budaya dan perdagangan, termasuk dibelanda ada bloemencorso (parade  bunga) sedangkan di Kab. Karo ada festival bunga dan buah,” ujarnya.

“Nah kesamaan ini yang akan kita subtansikan dan adakan perencanaan kedepan, agar kerjasama tersebut terus berlanjut,” sambungnya.(Herman/wo)