Danramil Simpang Empat Pantau Titik Longsoran Di Jalan Karo – Langkat

Danramil Kecamatan Simpang Empat Kapten Inf Kav J Surbakti saat meninjau Titik Longsoran jalan di Desa Naman teran kecamatan Namanteran Kabupaten Karo.(Herman)

Karo | Jurnal Asia
Sejak terealisasinya pembangunan jalan penghubung Kabupaten Karo – Kabupaten Langkat, jalan tersebut kini semakin ramai di lalui masyarakat Kabupaten Karo yang ingin menuju kota Binjai, kota Medan.

Di samping itu masyarakat yang melintas di manjakan dengan udara yang sejuk, panorama kawasan hutan lindung dan hamparan perkebunan kopi, sayur mayur , jeruk dan tanaman lainnya .

Mengingat semakin ramai nya pengguna Jalan Karo jahe tembus kabupaten Langkat tersebut, Senin (14/01) sore, Danramil Kecamatan Simpang Empat Kapten Inf Kav J Surbakti memantau sejumlah titik longsor  yang memakan badan jalan.

Efek dari jalan longsor tersebut salah satu tiang listrik juga terancam tumbang, tampak hanya kabel penyangga saja yang menahan tiang listrik PLN tersebut. Longsoran  terjadi sejak sebulan terakhir tepat nya pada bulan Desember 2018 , hingga kini belum ada penanganan dari instansi terkait.

Masih menurut Kapten Kav J Surbakti Danramil Simpang empat saat ini pengguna jalan tembus Karo-langkat di harap kan untuk berhati-hati karena beberapa lokasi longsoran jalan masih dipasang tanda tanda peringatan seadanya.

“Kami dari jajaran Koramil setempat juga berharap agar masyarakat tetap menjaga kelestarian hutan agar tidak bermasalah dengan hukum,” jelasnya

J Surbakti juga menyempatkan diri untuk meninjau perbatasan Kabupaten Karo – Kabupaten Langkat, tepatnya di tugu kuliki (Rajawali) salah satu ikon kebanggaan masyarakat Karo yang sering dijadikan tempat persinggahan pengguna jalan alternatif tersebut.

Namun saat ini  kondisinya sudah sangat memprihatinkan karena kurang perawatan dan tampak sudah ada sebagian yang retak retak.

“Hal ini juga kita harapkan perhatian dari pemerintah agar dapat membenahinya,agar kedepannya dapat menjadi objek wisata kebanggaan masyarakat pada umumnya”, tandasnya.(herman/wo)