Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk di Sumut Membaik

Keterangan : Kepala Bidang Statistik BPS Sumut, Mukhamad Mukhanif (kiri) beri keterangan pers.Netty

Medan | Jurnal Asia
Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Sumatera Utara (Sumut) diukur dengan Gini Ratio pada
September 2018 tercatat sebesar 0,311. Angka ini turun sebesar 0,007 poin atau membaik jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2018 sebesar 0,318.

Kepala Bidang Statistik Sosial (BPS) Sumut, Mukhamad Mukhanif menjelaskan, semakin tinggi nilai Gini Ratio menunjukkan ketimpangan yang semakin tinggi. Begitu juga sebaliknya, semakin menurun Gini Ratio maka ketimpangan pengeluaran semakin rendah.

“Ada penurunan Gini Ratio pada September 2018 sekitar 0,007 poin dibandingkan Maret 2018. Ini menunjukkan bahwa tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk di Sumut semakin membaik artinya ketimpangan semakin merata,” katanya, Senin (4/2).

Menurutnya, idealnya pendapatan antar seseorang itu tidak terlalu jauh. Kalau secara teori komunis dan sosialis itu rata. Namun kita tidak memegang paham itu, di Indonesia ketimpangannya cukup tinggi, yang kaya akan kaya sekali begitu juga sebaliknya.

Jika dilihat dari daerah tempat
tinggal, katanya, Gini Ratio di daerah perkotaan pada September 2018 tercatat sebesar 0,330. Angka ini turun sebesar 0,005 poin
dibanding Gini Ratio Maret 2018 sebesar 0,335.

Sedangkan untuk daerah perdesaan Gini Ratio September 2018 tercatat sebesar 0,257. Angka ini turun sebesar 0,015 poin dibanding Gini Ratio Maret 2018 sebesar 0,272.

Ia melanjutkan, pada September 2018, distribusi pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 21,36 persen. Artinya pengeluaran penduduk masih berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah.

“Ada sejumlah faktor yang menyebabkan tingkat ketimpangan penduduk Sumut. Salah satunya dikarenakan rata-rata pengeluaran per kapita per bulan meningkat lebih cepat,” pungkasnya.(net)