Pasokan Minim, Harga Cabai Merah Terus Melambung

 

Cabai merah kian melambung.Netty

Medan | Jurnal Asia
Minimnya pasokan dari petani membuat harga cabai merah terus melambung. Jika pada Jumat (9/8) harganya masih berkisar Rp75.000 hingga Rp88.000/kg, kini usai Idul Adha harganya sudah tembus Rp100.000/kg.

Seorang pedagang sayuran di Pusat Pasar Medan, M Ridwan mengatakan, beberapa hari belakangan memang harga cabai merah terus melambung. Selain karena pasokan yang sedikit, permintaan dari masyarakat juga banyak karena bertepatan dengan hari raya kurban.

“Cabai merah memang pasokannya sedikit. Padahal yang beli kan banyak. Kalau masyarakat mungkin belinya berkurang saat harga mahal. Tapi rumah makan tetap beli banyak,” katanya, Senin (12/8).

Menurutnya, biasanya dia mendapatkan pasokan cabai merah sekitar 20 kg/hari. Namun saat ini hanya sebanyak 10 kg. Selain tidak bisa memenuhi permintaaan pembeli, keuntungannya juga berkurang karena pasokan yang sedikit.

Pedagang lainnya, Rivai, mengatakan, kenaikan harga cabai merah bukan karena perayaan Idul Adha yang biasanya membuat permintaaan naik. Tapi kondisi ini lebih karena pasokan yang menipis.

“Ini sudah terjadi sejak sepekan belakangan. Mungkin karena petani tidak panen. Padahal yang belikan banyak. Apalagi kami (pedagang-red) biasanya sudah punya langganan. Jadi stok yang ada pun tidak cukup,” katanya.

Sementara, pemilik rumah makan di Medan, Buyung mengatakan, harga cabai yang mahal membuatnya harus menambah modal. Tapi begitupun, dia tidak berniat untuk menaikkan harga makanannya.

“Orang Medan suka makan sambal, jadi tidak mungkin kau ditiadakan. Paling porsi cabainya dikurangi. Karena mungkin harga cabai ini akan turun lagi pekan ini. Makanya saya tidak menaikkan harga jual makanan,” pungkasnya.(nty)