Komitmen Investasi Februari Naik 19 Persen

Jakarta | Jurnal Asia
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat nilai komitmen investasi di Februari 2016 naik 167%, atau sebesar Rp 355 triliun. Dari periode yang sama sebelumnya. Kenaikan tersebut diperoleh dari izin prinsip Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 75 triliun yang naik 66%, dan dari izin prinsip Penanaman Modal Asing (PMA) Rp 281 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Sampai Februari, nilai komitmen investasi Rp 355 triliun tumbuh 167% year on year (yoy) dan 73% dari Januari ke Februari (month to month). Komitmen investasi PMA Rp 281 triliun atau tumbuh 218 % dan 68% dari Januari ke Februari. Komitmen PMDN naik 66% year on year dan 96% month to month. Total 73% month to month,” ujar Kepala BKPM, Franky Sibarani, di kantornya, Rabu (16/3).

Ia menambahkan, komitmen investasi masih akan terus tumbuh dan realisasi pencapaian investasi Rp 3.500 triliun hingga 2019 dapat tercapai. Naiknya komitmen investasi padat karya menunjukkan kebijakan pemerintah mulai direspons positif oleh investor.

“Tentu komitmen investasi masih terus tumbuh positif dan baik. Kami melihat bahwa target pencapaian realisasi investasi Rp 3.500 triliun sepanjang 2015-2019 kami lihat masih on the track, dan komitmen investasi padat karya mulai tumbuh dibanding 2015, menunjukkan paket kebijakan pemerintah mulai direspons positif oleh investor,” lanjut Franky.

Dari asal negara PMA, Amerika Serikat (AS) menduduki peringkat teratas dengan nilai komitmen mencapai US$ 16,2 miliar, diikuti China US$ 395 juta, British Virginia Island US$ 323 juta, Singapura US$ 302 juta, dan Korea Selatan US$ 292 juta. “Lima negara terbesar asal komitmen investasi adalah Ame­rika Serikat, China, BVI, Singa­pura, dan Korea Selatan,” kata Franky.

Dari sisi sektor, kenaikan ko­mitmen investasi di sektor ma­nu­faktur sebesar Rp 235 tri­liun atau tumbuh 20 kali lipat di­bandingkan periode sebelum­nya. “Komitmen di kelompok in­dustri manufaktur tersebut por­sinya 66% dari total investasi yang masuk dari seluruh sektor,” tuturnya. (ant)