Kinerja Membaik, BSM Targetkan Pertumbuhan DPK Capai Rp1,7 Triliun

Head Mandiri Syariah Region I/ Medan Ahmad Zailani beri keterangan.Netty

Medan | Jurnal Asia
Pertumbuhan perbankan syariah di Kota Medan di tahun 2019 ini cukup menggeliat. Salah satu faktor pendukung pertumbuhan tersebut karena mayoritas penduduk di kota tersebut mayoritas muslim.

PT Bank Syariah Mandiri Region I/Medan misalnya, hingga September 2019, total aset yang dihimpun mencapai Rp1,23 triliun. Ada peningkatan sekitar 14,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Head Mandiri Syariah Region I/ Medan Ahmad Zailani mengatakan, selain aset, pertumbuhan juga terjadi pada Dana Pihak Ketiga (DPK). Hingga triwulan III, DPK sudah mencapai Rp1,4 triliun.

“Hingga Desember 2019 nantinya, kita targetkan penghimpunan DPK bisa mencapai Rp1,7 triliun. Dan kita optimis itu tercapai,” katanya, Rabu (16/10).

Menurut dia, DPK BSM Region I memang terus bertumbuh bahkan dengan pertumbuhan yang tinggi khususnya berupa deposito. DPK hingga triwulan III 2019 secara YoY (year on year) naik 18,5 persen.

Sedangkan untuk Non Performing Financing (NPF) atau pinjaman yang mengalami kesulitan pembayaran di posisi 1,25 persen. Angka tersebut mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun lalu sekitar 2,75 persen.

“Alhamdulillah angka NPFnya 1,25 persen, itu berarti semakin membaik. Ini karena dukungan dari semua pihak,” ucapnya.

Group Head Corparate Secretary BSM, Ahmad Reza menambahkan, kepercayaan masyarakat terhadap bank syariah terus meningkat. Namun, meski kepercayaan meningkat tetapi dinilai masih belum maksimal melihat “market share” perbankan syariah masih kecil. Market share” perbankan syariah di Indonesia masih 5,6 persen di tengah potensi pasar yang cukup besar.

“BSM yang terdepan di perbankan syariah terus berupaya memanfaatkan potensi perekonomian syariah yang masih cukup besar dengan mengembangkan berbagai produk sesuai perkembangan zaman,” ucapnya.(nty)