Sepanjang 2016 Karhutla Dipadamkan 101 Juta Liter Air

Petugas berusaha memadamkan kebakaran lahan gambut di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (6/10). Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Riau terus berupaya melakukan upaya pemadaman dari darat dan udara, agar kebakaran tidak meluas. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/pras/16


Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) klaim upaya pemberantasan pembakaran hutan tahun 2016 berhasil. Dasarnya adalah penurunan angka titik api.

Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menjelaskan angka titik api secara nasional sepanjang 2016 turun sampai 82% dibanding setahun sebelumnya. “Di beberapa propinsi bahkan penurunan sampai 92%, Kalimantan Tengah samai 98%,” katanya di Kantor Menko Perekonomian Rabu (28/12).

Menurut Siti, penurunan titik api bukan karena banyaknya curah hujan sepanjang 2016 ini. Penurunan terjadi akibat patroli yang dilakukan semua pemangku kepentingan di lapangan .
“Patroli dilakukan, sehingga ketika ada api terdeteksi langsung dimatikan,” katanya.

Siti mengatakan, dalam patroli langsung selama 2016 ini, pihaknya mengerahkan 23 helikopter untuk memadamkan kebakaran hutan dengan jumlah air yang dipakai mencapai 101 juta liter. “Jadi ada upaya, bukan karena hujan, tahun ini 23 heli dikerahkan dengan jumlah air 101 juta liter, tahun kemarin sekitar 30-an heli dengan jumlah air 140 juta,” katanya. (kc)