2019, CIMB Niaga Syariah Bidik Sektor Pembiayaan Bidang Infrastruktur

Diskusi : Chief Economist CIMB Niaga, Adrian Panggabean (kiri-kanan), Direktur Syariah Banking CIMB Niaga, Pandji P. Djajanegara dan Regional Head Sumatera CIMB Niaga, Maya Sartika di acara diskusi bersama CIMB Niaga di Medan, Senin (11/2).Netty

Medan | Jurnal Asia
Unit Usaha Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk, (CIMB Niaga Syariah) terus mengoptimalkan kinerja di sektor pembiayaan. Sektor ini dinilai memiliki banyak peluang dan potensi yang dapat dimaksimalkan.

Hingga 30 September 2018, CIMB Niaga Syariah telah menyalurkan total pembiayaan sebesar Rp24,1 triliun atau tumbuh 62,5 persen secara year on year.

Dari jumlah tersebut, segmen Business Banking dengan menyalurkan pembiayaan ke proyek-proyek berskala besar seperti infrastruktur memberikan kontribusi terbesar yaitu Rp15,1 triliun atau bertumbuh 83,4 persen (yoy).

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga, Pandji P. Djajanegara mengatakan, industri perbankan syariah diyakini terus berkembang. Di 2019 pihaknya akan fokus di sektor pembiayaan.

“CIMB Niaga Syariah merupakan satu-satunya UUS Bank BUKU IV di Indonesia. Posisi ini memberikan keleluasaan bagi kami untuk berkontribusi dalam pembiayaan proyek-proyek berskala besar misalnya di bidang infrastruktur,” katanya di acara Diskusi Bersama CIMB Niaga di Medan, Senin (11/2).

Selain menggarap sektor pembiayaan, tambahnya,  diharapkan dapat mengidentifikasi beragam peluang bisnis lainnya serta mampu menghadapi berbagai tantangan antara lain masih relatif rendahnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang ekonomi syariah.

Secara pertumbuhan, lanjutnya, kinerja CIMB Niaga Syariah terus tumbuh positif. Dari sisi financing setiap tahunnya tumbuh lebih besar dibandingkan target awal misalnya di Desember 2017 mencapai Rp16,7 triliun dan di Desember 2018 menjadi Rp26,5 triliun atau naik sekitar Rp9,8 triliun atau 60 persen.

“Setiap tahunnya ditargetkan tumbuh sekitar 30 persen tetapi pencapaiannya bisa lebih atau sekitar 50 persen. Secara nasional, di 2019 ditargetkan 30 persen dan pencapaian diharapkan lebih dari itu,” ucapnya.

Regional Head Sumatera CIMB Niaga, Maya Sartika mengatakan, jika dilihat dari sisi financing, per Desember 2018 di Sumatera Utara tumbuh melebuhi target atau sekitar 40 persen dibandingkan tahun lalu. Sama halnya nasional, tahun ini pihaknya menargetkan dapat tumbuh 30 persen.

Untuk dapat mencapai itu, pihaknya, optimalkan market-market syariah. Sejauh ini, industri syariah jauh lebih baik dari konvensional di mana rasio Loan-to-value to Value (LTV) mencapai 85 persen sedangkan konvensional sekitar 80 persen.

“Misalnya program KPR, rasio LTV bisa sampai 95 persen dan untuk KPR kita bekerjasama dengan lebih dari 40 pengembang. Selain itu, juga memberikan kemudahan lainnya untuk nasabah,” pungkasnya.(nty)