Mahasiswa sebagai Agen Perubahan

Oleh : Hasrian Rudi Setiawan MPdI
Berbicara tentang ma­hasiswa, maka tidak dapat ter­lepas dari harapan besar se­bagai orang yang akan membawa perubahan pada masa yang akan datang. Mahasiswa adalah calon intelektual atau cendikiawan muda pada suatu lapisan masyarakat yang sering mendapatkan berbagai predikat.

Mahasiswa merupakan status yang disandang oleh seseorang karena hubungannya dengan perguruan tinggi yang diharapkan menjadi calon-calon intelektual. Selain sebagai pelajar mahasiswa memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat.

Sebagai kaum intelektual muda dan sebagai generasi penerus bangsa mahasiswa memiliki peran penting yaitu sebagai agent of change karena mahasiswa adalah orang yang seharusnya dapat membawa perubahan-perubahan yang berdampak positif dan mem­bangun dalam kehidupan mas­yarakat serta mampu me­nanamkan nilai-nilai positif terhadap masyarakat.

Mahasiswa yang memiliki se­mangat untuk melakukan peru­bahan kearah yang lebih baik adalah merupakan bentuk dari kesadaran, tanggung jawab, kepedulian, kepekaan untuk memajukan, memperbaiki, meningkatkan kualitas, memenuhi harapan dan sebagainya. Pada jaman sekarang ini perubahan dirasakan begitu cepat dan dinamis.

Bagi orang yang tidak mampu mengikuti perubahan mungkin akan tertinggal. Kalau sejajar dan seimbang dengan perubahan maka akan terengah-engah mengikuti perubahan. Tetapi kalau mampu lebih maju dari perubahan maka akan mampu memimpin perubahan.

Karena itu, dalam melakukan perubahan bukanlah sekedar merubah tanpa mengetahui esensi dari perubahan tersebut. Dengan demikian melakukan suatu perubahan itu berarti: Pertama, harus mampu belajar memperbaiki diri dari masa lalu.

Yang berarti mampu menangkap dan memberdayakan potensi-potensi yang ada, menjadikan tantangan dan kelemahan menjadi suatu peluang atau harapan untuk dapat hidup tumbuh dan berkembang. Kedua, harus siap menghadapi dan memenuhi harapan dan tuntutan masa kini yang modern, dinamis, cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel dan informatif. Ketiga, harus mampu menyiapkan untuk masa yang akan datang menjadi lebih sempurna, baik, maju, modern, dinamis, cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel dan informatif.

Mahasiswa yang menjadi agent of change merupakan mahasiswa yang memiliki kesadaran jiwa, peka, dan peduli serta mempunyai mimpi kedepan untuk membawa kemajuan. Tentunya dalam mengimplementasikanya tidaklah mudah perlu perjuangan dan kerja keras. Adapun factor-faktor yang dibutuhkan untuk melakukan proses perubahan adalah:

Pertama, Motivasi. Dalam melakukan tindakan-tindakan perubahan motivasi memegang peranan yang penting dalam menjamin kelancaran suatu perubahan. Setiap orang yang memutuskan untuk berubah harus memiliki motivasi yang kuat untuk berubah.

Tanpa motivasi yang kuat dapat dipastikan perubahan yang akan dilakukan bakal menghadapi tantangan yang oleh orang tersebut dirasakan sangat berat. Tujuan yang besar hanya bisa dicapai dengan bermodalkan motivasi yang kuat. Semakin besar tujuan perubahan yang ingin dicapai, semakin besar pula modal motivasi yang harus disiapkan oleh organisasi bisnis tersebut.

Kedua, Memiliki tujuan. Dalam membuat suatu perubahan tujuan yang ingin dicapai dengan melaksanakan perubahan harus dikiketahui dan didefenisikan dengan jelas dari awal. Tujuan yang terdefinisi dengan jelas akan membuat individu-individu di dalam perubahan tersebut merasa tenang dalam menjalankan perubahan yang diprogramkan.

Setelah tujuan perubahan yang ingin dicapai seseorang sudah terdefinisi dengan jelas, langkah berikutnya yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi peran dan tujuan dari masing-masing individu dalam perubahan tersebut.

Ketiga, Mempunyai ren­cana yang matang untuk me­ngim­plementasikannya. Dalam mewujudkan suatu perubahan di­butuhkan suatu rencana yang matang. Rencana dalam me­lakukan sesuatu sangat penting karena goal without a plan is just a wish. Maka yang perlu diingat adalah kita harus menentukan deadline dalam rencana yang kita buat terutama apabila yang kita buat merupakan rencana jangka panjang. Rencana merupakan acuan untuk kita melakukan tindakan selangkah demi selangkah untuk mengimplementasikan tujuan yang di harakan.

Keempat, Pengetahuan. Dalam membuat suatu perubahan harus didasarkan dengan adanya pengetahuan. Pengetahuan merupakan factor terpenting dalam melakukan suatu perubahan. Sebab tanpa adanya penngetahuan yang matang mustahil seseorang dapat melakukan suatu perubahan.

Kelima, Adanya tindakan untuk mengimplementasikan. Faktor kelima ini merupakan penentu berhasil atau tidaknya suatu perubahan karena sesuatu hanya akan terwujud karena adanya tindakan. Karena percuma jika kita memiliki motivasi, tujuan, rencana dan ilmu pengetahuan jika tidak diwujudkan dalam suatu tindakan. Ada dua hal yang terpenting dalam melakukan suatu tindakan, yaitu disiplin dan fokus.

Karena tidak ada suatu keberhasilan yang diraih tanpa disiplin dan melaksanakan suatu tindakan dengan fokus dalam melakukan suatu tindakan. Dalam mewujudkan peran dan fungsi mahasiswa sebagai generasi yang akan membawa perubahan (agent of change) pada masa yang akan dating. Maka mulailah dari hal-hal yang kecil dalam kehidupan sehari-hari. Karena, sesuatu yang besar dimulai dari hal-hal yang kecil.
*)Penulis Dosen FAI UMSU.

Comments are closed.
Close Ads X
Close Ads X