Suap Meikarta Demi Kepentingan Lippo Group

 

Jakarta | Jurnal Asia

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut dugaan suap perizinan proyek pembangunan Meikarta di Bekasi, demi kepentingan Lippo Group. Suap diberikan agar Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin melapangkan izin pembangunan Meikarta.

“Sejumlah keterangan terus menguat, bahwa dugaan suap yang diberikan terkait dengan kepentingan perizinan Meikarta sebagai proyek Lippo Group,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 7 November 2018.

Febri memastikan penyidik telah mengantongi bukti percakapan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini. Termasuk, percakapan CEO Lippo Group James Riady dan petinggi Lippo Group lain dengan Neneng.

“KPK telah mendapatkan bukti komunikasi sejumlah pihak terkait dugaan suap proyek Meikarta ini,” ujarnya.

Hari ini penyidik mengambil sampel suara Neneng. Sampel suara itu akan dicocokan dengan komunikasi Neneng dengan pihak-pihak terkait.

KPK gencar menelusuri sumber uang suap Meikarta yang diduga berasal dari Lippo Group. Tercatat, sejumlha petinggi Lippo Group telah masuk ke ruang penyidikan untuk dimintai keterangan. Di antaranya, Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, CEO Lippo Group James Riady, dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Toto Bartholomeus.

Kemudian Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya, Corporate Affairs Siloam Hospital Group Josep Christoper Mailool, Direktur Keuangan PT Lippo Cikarang Tbk Soni dan Direktur Keuangan PT Lippo Karawaci Tbk Richard Setiadi.

Teranyar, giliran Direktur Keuangan PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU) Hartono diperiksa penyidik. Melalui Hartono, penyidik lebih banyak mengonfirmasi soal asal uang hingga proses penyuapan
Dari pemeriksaan itu, terungkap adanya pertemuan-pertemuan antara petinggi Lippo Group dengan Neneng. Salah satunya, James Riady yang mengakui pernah bertemu Neneng dengan alasan silaturahmi persalinan Neneng.

Tak hanya James, Eddy Sindoro juga mengaku dua kali bertemu Neneng. Pertemuan pertama dilakukan untuk memberi selamat atas persalinan Neneng. Sedangkan pada pertemuan kedua, Eddy dan Neneng membahas soal pembangunan Rumah Sakit (RS) Siloam di Meikarta.

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama, yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk di bawah naungan Lippo Group.

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

Dalam kasus ini, Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya terkait pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.
(mtv/put)