Semakin Parah, Positif Covid-19 Tembus 522 Kasus di Medan

Ilustrasi petugas medis sedang memeriksa pasien virus Corona di ruang isolasi.Ant

 

Medan | Jurnal Asia
Penyebaran virus corona di Kota Medan semakin menjadi-jadi. Data diperoleh dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan, Jumat (12/6/2020) angka positif Covid-19 sudah tembus 522 kasus.

Sedangkan hari sebelumnya, Kamis (11/6/2020) angka positif Covid-19 berjumlah 462 kasus, bila dibandingkan pada hari ini terjadi penambahan 60 kasus positif Covid-19 pada hari ini.

Dari 522 orang positif Covid-19, 362 orang dirawat, 123 sembuh, dan total 37 orang meninggal dunia. Angka korban meninggal dunia juga naik bila dibandingkan hari sebelumnya berjumlah 35 orang.

Baca Juga : Update Covid-19 Sumut : Hari Ini, Pasien Positif Bertambah 88 Orang

Sementara untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) pada saat ini berjumlah 94 orang, angka ini mengalami penurunan bila dibandingkan hari sebelumnya berjumlah 113 orang.

Kondisi penyebaran virus corona di Kota Medan yang terus meningkat menimbulkan keprihatinan warganet, yang berkomentar di akun facebook resmi Humas Pemko Medan.

“Ud semakin parah. Gmn neh kebijakan pemerintah. Langkah ap neh selanjutnya. Berharap secepatny melakukan sesuatu hall,” ujar salah seorang netizen.

Informasi diperoleh, sebelumnya Pemko Medan menerapkan cluster isolation dengan harapan dapat menekan angka penyebaran virus corona.

Namun, bila menilik data penyebaran yang terus meningkat dari hari ke hari, bahkan sudah 21 kecamatan masuk zona merah, penerapan cluster isolation tampaknya belum efektif menghempang Corona.

Plt Walikota Medan Akhyar Nasution, sebelumnya mengatakan dari 21 kecamatan yang terpapar, ada dua kecamatan yang disebut memiliki penularan tertinggi yakni Kecamatan Medan Area dan Medan Denai.

“Sudah terjadi pergeseran penularan di Kota Medan, sekarang penularan tertinggi itu ada di Kecamatan Medan Area, kemudian Medan Denai,” kata Plt Walikota Medan Akhyar Nasution ketika melakukan rapid test secara drive thru di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU) di pelataran Parkir Timur RS USU Jl. Dr. Mansyur Medan, Selasa (9/6/2020).

Oleh karenanya, Akhyar juga mengatakan, nantinya, rapid test massal akan diutamakan pada kecamatan yang tingkat penularannya tinggi, yakni Medan Area dan Medan Denai.

“Disini potensi eksponensialnya besar sekali karena memang kehidupan masyarakat disana rumahnya padat, kehidupannya ramai jadi kami akan fokus kepada kecamatan-kecamatan yang menjadi pusat penularan yang tinggi di Kota Medan,” jelas Akhyar.(wo)

Close Ads X
Close Ads X