Melalui #BeatDiabetes, Masyarakat Diajak Lawan Hoaks Kesehatan

 

Ratusan peserta ikuti senam bersama di kampanye #BeatDiabetes.Ist

Medan | Jurnal Asia
Dalam rangka memperingati Hari Diabetes Nasional pada 12 Juli 2019, Tropicana Slim mengajak masyarakat Indonesia tingkatkan kepedulian untuk mencegah dan melawan hoaks kesehatan melalui kampanye #BeatDiabetes di 33 kota di Indonesia.

Kampanye #BeatDiabetes merupakan wujud komitmen dalam mengedukasi masyarakat Indonesia agar semakin cerdas dalam memilih informasi yang benar terkait kesehatan, termasuk informasi tentang diabetes.

Khususnya di Medan, sebanyak 700an orang mengikuti rangkaian kegiatan #BeatDiabetes di depan Stadion Teladan Medan, Minggu (14/7). Termasuk juga kegiatan cek gula darah, senam bersama, festival makanan minuman sehat, serta pengundian doorprize.

Brand Manager Tropicana Slim, Noviana Halim mengatakan, pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini memungkinkan informasi tersebar begitu cepat, termasuk informasi kesehatan. Sayangnya, banyak informasi tersebut yang keliru atau biasa disebut hoaks, sehingga sangat berpotensi merugikan masyarakat.

Dikutip dari Litbang Kompas, laporan Kemkominfo terbaru tentang Temuan Konten Hoaks menyatakan, hoaks kesehatan menempati peringkat kedua terbanyak setelah hoaks politik, yaitu sebanyak 126 hoaks kesehatan sepanjang Agustus 2018-Februari 2019. Selain itu, Dewan Pers Indonesia menyatakan bahwa 95% informasi kesehatan yang tersebar di WhatsApp adalah hoaks.

“Kami mengadakan kegiatan senam sehat bersama untuk mengajak masyarakat beraktivitas fisik sebagai salah satu upaya hidup sehat dan mencegah diabetes. Kami juga melakukan pemeriksaan gula darah gratis sebagai bentuk deteksi dini diabetes,” katanya.

Manager Area Sumatera, Alif Patria menambahkan, pemeriksaan gula darah secara dini dan rutin penting dilakukan mengingat penyakit diabetes yang tidak memiliki gejala pada tahap awal. Harapannya, para diabetesi dapat memperoleh penanganan sedini mungkin untuk menghindari timbulnya komplikasi.

“Bagi mereka yang terdeteksi pre-diabetes juga dapat ditangani segera agar tidak berkembang menjadi diabetes,” tegasnya.

Kepala Divisi Metabolik-Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, dr. Dante Saksono, SpPD-KEMD, PhD menyatakan, hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan prevalensi penyandang diabetes telah naik menjadi 8,5%, dari 6,9% (Riskesdas 2013). Beredarnya informasi hoaks kesehatan di masyarakat termasuk diabetes tentu memperburuk kondisi yang ada.

“Salah satu informasi yang sering keliru di masyarakat adalah terkait pemanis rendah kalori. Nyatanya, pemanis rendah kalori sebagai pengganti gula pasir sudah lazim dipakai sebagai alternatif penggganti gula, serta mendapatkan izin edar dari BPOM, sehingga sudah terbukti aman dikonsumsi,” tandasnya.

Menurut anjuran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, batas maksimum konsumsi gula seseorang hanya 4 sendok makan perhari. Hadirnya pemanis rendah kalori dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang perlu membatasi asupan gula hariannya.(nty)