Gagal Diperdagangkan ke Yogyakarta, Seribuan Burung Prenjak Dilepasliarkan di Sibolangit

BBKSDA Sumut mengamankan ribuan burung tanpa dokumen dan melepasliarkan di Sibolangit. (Ist)

 

Medan | Jurnal Asia
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara (Sumut) menggagalkan pengiriman seribuan burung kicau jenis Ciblek atau Prenjak (Prinia Familiaris) dan ratusan ekor Gelatik Batu (Parus Major) tanpa dokumen dari Bandara Kualanamu.

Kepala BBKSDA Sumut Hotmauli Sianturi menjelaskan ribuan burung ini diamankan ketika tim dari Resort Konservasi Bandara Kuala Namu Internasional melakukan pemantauan di area Kargo baik di dalam area bandara maupun di luar area bandara. Senin (15/6/2020) kemarin.

Pada saat melakukan pemantauan di salah satu area kargo di luar area bandara, terpantau ada 4 koli barang yang dicurigai merupakan satwa yang dikirim tanpa dilengkapi dengan dokumen Surat Angkut Tumbuhan/Satwa Dalam Negeri (SATS-DN).

Baca Juga : Satwa Kebun Binatang Medan Terancam Kelaparan

“Sehingga dilakukan pemeriksaan terhadap barang tersebut,” ujar Hotmauli lewat siaran pers yang diterima wartawan, Selasa (16/6/2020).

Ia mengatakan dari pemeriksaan didapati 4 buah koli tersebut berisi 1.700 ekor burung Prenjak dan 600 ekor burung Gelatik Batu. “Yang akan dikirim ke Yogyakarta,” ujar Kepala BBKSDA Sumut.

Dirincikannya, dari 1700 ekor burung Prenjak yang diamankan, 516 ekor mati dan 1.184 dalam kondisi hidup. Sedangkan, burung Gelatik Batu, 300 ekor mati, 300 ekor hidup.

Baca Juga : Kondisi Medan Zoo Memperihatinkan

“Terhadap satwa yang mati, langsung dilakukan penguburan di areal kantor Balai Besar KSDA Sumatera Utara, sedangkan terhadap satwa yang masih hidup, langsung dilakukan tindakan lepasliar di area Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit,” jelas Hotmauli.

Sedangkan terhadap pelaku sedang dilaksanakan proses pulbaket
(pengumpulan bahan dan keterangan). Sebagai tambahan informasi, BBKSDA Sumut telah bekerjasama dengan BKSDA DKI Jakarta dan Yogyakarta terkait proses hukum pengiriman burung tanpa dokumen SATS-DN dari KNIA ke Bandara Halim Perdanakusuma dan Banda Adi Sucipto Yogyakarta.(wo)

Close Ads X
Close Ads X