Data KK Tak Terkoneksi | Warga Tembung Ditolak BPJS Kesehatan

Petugas memperlihatkan kartu BPJS Kesehatan elektronik identitas (e-ID) dan kartu peserta BPJS Kesehatan di kantor BPJS Medan, Sumatera Utara, Selasa (8/9). BPJS Kesehatan menerbitkan elektronik identitas (e-ID) yang memuat identitas peserta BPJS Kesehatan secara online dengan fungsi yang sama untuk mempermudah layanan peserta di fasilitas kesehatan. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/kye/15

Petugas memperlihatkan kartu BPJS Kesehatan elektronik identitas (e-ID) dan kartu peserta BPJS Kesehatan di kantor BPJS Medan, Sumatera Utara, Selasa (8/9). BPJS Kesehatan menerbitkan elektronik identitas (e-ID) yang memuat identitas peserta BPJS Kesehatan secara online dengan fungsi yang sama untuk mempermudah layanan peserta di fasilitas kesehatan. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/kye/15


Medan|Jurnal Asia
Sejumlah warga dibeberapa kelurahan di Kecamatan Medan Tembung, ditolak pihak pengelola BPJS Kesehatan,dengan alasan data pserta yang masuk dalam Kartu Keluarga (KK) milik warga, tidak terkoneksi dalam pendataan BPJS Kesehatan saat ini.

“Kita heran saja, saat war­ga mengurus pendaftaran BPJS Kesehatan, mereka dito­lak. Padahal mereka sudah mem­bawa KK asli dari Disdukcapil, tapi dengan alasan tak ter­ko­neksi, BPJS Kesehatan me­nolaknya,” ujar Retno, selaku Kepala Lingkungan (Kepling) 12, Kelurahan Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung, dalam kegiatan reses II anggota DPRD Medan, Modesta Mar­paung di Kantor Camat Medan Tembung Ja­lan Kapten Jamil Lubis Medan, Senin (28/9).

Retno menekankan, kejadian serupa juga dialami lima warga lainnya yang berasal dari ling­kungan lain dari beberapa ke­lurahan di Kecamatan Medan Tembung pada saat pengurusan pendaftaran BPJS Kesehatan.

”Warga sudah menjalankan kewajibannya dalam melangkapi data kependudukan. Kalau ke­mu­dian tak terkoneksi, ini salah sia­pa? Tolonglah Bu Modesta (Modesta Marpaung) agar warga dibantu, dan meminta pihak BPJS Kesehatan dan Disdukcapil segera menuntaskan masalah ini. Kasihan warga,” harapnya.

Diketahui, sebagai Kepling, Retno mengaku sudah berusaha menengahi permasalahan warga di lingkungannya. Bahkan mem­bawanya ke kantor camat guna membuktikan KK yang dimiliki warganya terdata di Disdukcapil Kota Medan, namun belum terkoneksi di BPJS Kesehatan.

Me­nyikapi hal itu, Ronald Si­ra­it me­wakili Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan yang hadir dalam reses II ini mengakui, ada kendala koneksi diantara data Disdukcapil dan BPJS Kesehatan.

Namun permasalahan koneksi data, menurut Ronald, segala sesuatunya ditangani langsung Kementerian Dalam Negeri (Ke­mendagri). Artinya, bila di pusat terkoneksi, maka Provinsi hingga pemerintah kabupaten/kota secara otomatis menerima data itu.

“Kalau Jakarta sudah me­lakukan koneksi datanya antara Kemendagri dan Kementerian Kesehatan, sudah otomatis kita juga terkoneksi disini. Jadi, kita juga berharap masalah ini segera terselesaikan agar tak jadi kendala di masyarakat,”ucapnya sembari menjanjikan, keluhan warga Kecamatan Medan Tem­bung tersebut akan menjadi masukan pihaknya untuk disam­paikan langsung ke Kemendagri.

Sementara, Modesta Mar­paung dihadapan seratusan konstituennya di Kantor Camat Medan Tembung menyatakan, akan berupaya mengurangi berbagai kendala yang dialami masyarakat. “Saya akan mene­mui pi­hak Disdukcapi maupun BPJS Ke­sehatan agar permasalahan ini tidak berlarut-larut dan urusan jaminan kesehatan masyarakat tetap terbantu,” janjinya.
(mag-01)