Turki Menjadi Negara Paling Terpukul di Timur Tengah, Kasus Covid-19 Tembus 143.000

Anak-anak yang mengenakan masker bermain di taman bermain di Ankara, Turki, Rabu, 13 Mei 2020.Xinhua

 

Kairo | Jurnal Asia
Kasus Covid-19 di Turki pada Rabu (13/5/2020) tembus di angka 143.000 sedangkan di Iran lebih dari 112.000 kasus.

Jumlah total kasus Covid-19 di Turki, negara yang paling terpukul di Timur Tengah, naik menjadi 143.114 dan jumlah korban tewas melonjak menjadi 3.952.

Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca mengatakan, Turki mengkonfirmasi 1.639 kasus Covid-19 baru dan 58 kematian lainnya dalam 24 jam terakhir.

Ia mengatakan, Turki sedang bersiap-siap untuk melaksanakan tes bagi wisatawan asing karena negara itu berencana untuk membuka penerbangan untuk pariwisata pada akhir Mei 2020.

“Turki akan melakukan tes PCR, bukan tes cepat untuk turis asing yang tiba di Turki,” katanya melansir Xinhua News, Kamis (14/5/2020).

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nuri Ersoy mengatakan, sektor pariwisata Turki akan dibuka pada Juni mendatang dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan Covid-19.

Pada hari Rabu, anak-anak di bawah 14 tahun di Turki diizinkan keluar untuk pertama kalinya dalam 40 hari terakhir sebagai bagian dari rencana normalisasi Covid-19 negara tersebut. Di Turki, mereka yang berusia 20 tahun ke bawah telah dikarantina sejak 4 April sebagai bagian dari langkah pemerintah melawan pandemi.

Sementara, Iran mengkonfirmasi ada 1.958 kasus infeksi Covid-19 baru sehingga total kasus menjadi 112.725. Dengan 50 kematian baru selama 24 jam terakhir sehingga total menjadi 6.783 sejak wabah penyakit di negara itu pada akhir Februari.

Sebanyak 89.428 pasien telah sembuh, sementara 2.735 dari mereka berada dalam kondisi kritis.

Kementerian Kesehatan Israel mengatakan, jumlah pasien Covid-19 di Israel telah meningkat menjadi 16.548, dengan 19 kasus baru.

Menurut kementerian, empat pasien telah meninggal sejak Selasa malam, sehingga jumlah kematian menjadi 264.

Sebelumnya pada hari Rabu, Kementerian Transportasi Israel mengumumkan, operasi kereta api di negara itu akan dilanjutkan kembali mulai Minggu, 17 Mei.

Arab Saudi mengkonfirmasi 1.905 kasus baru COVID-19 pada hari Rabu, sehingga jumlah total infeksi di kerajaan itu menjadi 44.830. Korban tewas pandemi naik sembilan menjadi 273 di kerajaan itu.

Uni Emirat Arab (UEA) pada hari Rabu mengumumkan 725 kasus Covid-19 baru, sehingga total kasus yang dikonfirmasi di negara ini menjadi 20.386. Kementerian Kesehatan dan Pencegahan UEA juga mengkonfirmasi tiga kematian lagi, sehingga jumlah kematian negara menjadi 206.

Mesir pada Rabu mengonfirmasi 338 kasus baru dan 12 kematian Covid-19, sehingga meningkatkan total infeksi di negara itu menjadi 10.431 dan angka kematian menjadi 556.

Negara ini juga melihat catatan kasus yang pulih untuk hari kedua berturut-turut, saat 160 pasien sembuh dari virus Corona baru dan dipulangkan dari rumah sakit pada hari Rabu, sehingga total pemulihan menjadi 2.486.

Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly mengatakan, pihak berwenang akan mengembalikan lebih dari 16.000 warga negara yang terdampar di luar negeri setelah wabah Covid-19.

Kementerian kesehatan Qatar pada hari Rabu mengumumkan 1.390 telah terinfeksi virus corona baru sehingga total kasus yang dikonfirmasi di negara Teluk menjadi 26.539. 124 lebih banyak orang telah pulih sehingga jumlah total pemulihan menjadi 3.143, sementara jumlah kematian tetap pada 14.

Kuwait melaporkan 751 kasus baru Covid-19 dan tujuh kematian lainnya sehingga jumlah infeksi di negara itu menjadi 11.028 dan angka kematian menjadi 82.

Kementerian Kesehatan Maroko, mengumumkan 94 kasus baru Covid-19 sehingga jumlah total kasus yang dikonfirmasi di negara itu menjadi 6.512. Kementerian mengatakan 188 kematian akibat Covid-19 dilaporkan sejauh ini.

Kementerian Kesehatan Irak pada hari Rabu mengkonfirmasi ada 119 kasus Covid-19 baru, tertinggi dalam satu hari sejak daftar kasus pertama penyakit tersebut, sehingga jumlah total infeksi menjadi 3.032 di negara itu. Sejauh ini, 115 orang telah meninggal karena penyakit di Irak, sementara 1.966 telah pulih, katanya menambahkan.

Di Lebanon, jumlah yang terinfeksi meningkat dengan delapan kasus menjadi 878 sementara jumlah kematian tetap tidak berubah pada 26.

Otoritas kesehatan pro-pemerintah Yaman mengkonfirmasi lima kasus Covid-19 baru, meningkatkan jumlah total di negara yang dilanda perang menjadi 70. Sebanyak 12 pasien sejauh ini meninggal akibat virus di Yaman, sementara hanya satu yang sembuh.

Pasien terinfeksi Covid-19 baru tercatat di Suriah pada hari Rabu, sehingga jumlah totalnya di negara tersebut menjadi 48. Suriah sejauh ini mencatat 29 sembuh dan tiga kematian.

Tunisia telah melaporkan tidak ada kasus Covid-19 baru selama tiga hari berturut-turut pada hari Rabu. Negara ini sejauh ini mengkonfirmasi 1.032 kasus virus corona.

Presiden Tunisia Kais Saied Rabu memutuskan untuk mengurangi durasi jam malam nasional yang diberlakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.(nty)

 

Leave a Reply