Inggris Let’s Talk Raih Indonesia Social Responsibility Awards 2014

Medan | Jurnal Asia
Program bahasa Inggris, Let’s Talk mendapat apresiasi bidang pendidikan dengan meraih Indonesia Social Responsibility Awards 2014 yang digelar di Jakarta, kemarin.
Program ini digagas PT Herfinta Farm & Plantation melalui pendanaan Corporate Sosial Responsibility (CSR) dan dikembangkan Yayasan Bunda Siti Banun (YBSB).
Atas gagasan tersebut, PT Herfinta Farm & Plantation mendapatkan predikat “perusahaan baik” pada The 5th Annual Indonesian CSR Summit 2014 tersebut.
Penghargaan diserahkan Ketua MPR Zulkifli Hasan kepada Direktur Utama PT Herfinta Farm and Plantation, Fien Laura Paulien Kaligis disaksikan Chairman La Tofi School of CSR La Tofi.
Direktur Utama PT Herfinta Farm and Plantation, Fien Laura Paulien Kaligis mengatakan, program Let’s Talk yang difokuskan untuk membantu pelajar dan guru dalam mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris, kepemimpinan, komunikasi dan kepribadian tersebut, terpilih sebagai salah satu program CSR terbaik. Ini karena gagasannya dianggap mampu menciptakan individu yang siap bersaing dalam menghadapi ASEAN Free Trade Area (AFTA) 2015.
“Kami sangat berterima kasih atas pemberian penghar­gaan ini. Penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi PT Herfinta Farm & Plantation serta tim Program Let’s Talk untuk semakin giat membantu generasi berikutnya menjadi individu yang berkompeten
dan berkarakter, khususnya dalam menghadapi kompetisi regional dan global yang semakin kompetitif,” katanya, kemarin.
Fien menjelaskan, Program Let’s Talk bukan hanya sekedar mengajarkan komunikasi bahasa Inggris yang efektif, tetapi juga pengembangan karakter.
Program ini juga didukung oleh para pelatih profesional dan modul pembelajaran yang mudah dan dapat mendukung kurikulum yang diterapkan pemerintah. Sehingga akan membuat bahasa Inggris lebih mudah dipahami dan dipraktekkan oleh para pelajar dan guru.
Kita gunakan metode percepatan belajar (accelerated learning). Tapi sudah kita modifikasi sedemikian rupa, agar pemahaman dan pemraktekkan Bahasa Inggris akan menjadi lebih mudah. Lewat metode itu juga, kita kemudian membuat hubungan antara pelajar dengan guru dapat menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.
Fien menyebutkan, di tengah rencana realisasi kerjasama MEA 2015, semua pihak harus bersatu, terlibat dan saling bekerjasama untuk menyiapkan sumber daya manusia lokal. Sehigga masyarakat Indonesia semakin mampu bersaing saat MEA diberlakukan.
Kita ajak semua pihak untuk terlibat dalam program Let’s Talk ini. Kita semua bertanggungjawab merubah tantangan yang dihadirkan MEA 2015, menjadi peluang bagi anak bangsa ini,” tutupnya. (netty-rel)