Pasar Berastagi Kembali Ramai, Physical Distancing Terkesan Diabaikan

Suasana di Pasar Berastagi ramai. Herman

 

Karo | Jurnal Asia
Setelah sebelumnya sempat sepi akibat wabah corona, kondisi terkini di Pusat Pasar Berastagi kembali bergeliat ramai. Di satu sisi, hal ini membawa dampak positif terhadap ekonomi.

Namun diharapkan kondisi ini tetap harus memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona. Minggu (17/5/2029)

Salah seorang warga bernama B.Karo Karo (44) mengatakan belakangan terakhir kesadaran masyarakat untuk menaati aturan phisycal distancing atau menjaga jarak terkesan diabaikan.

Baca Juga : Update 17 Mei, Pasien Positif Covid-19 Bertambah 16 Orang, 2 Meninggal di Sumut

“Seperti di Pusat Pasar Berastagi yang terletak di Jalan Penghasilan Berastagi
dimana jalan umum disesaki oleh pedagang kaki lima yang merangsek ke badan jalan sehingga mengganggu aktifitas pengguna jalan baik roda empat,dan masyarakat sekitar,” katanya.

Menurutnya, kerumunan yang terjadi di Pasar Berastagi terlihat terkesan tidak lagi mengindahkan aturan protokol kesehatan.

Padahal sebelumnya petugas Satpol PP Kabupaten Karo yang ditugaskan menjaga pasar mulai menghimbau masyarakat agar tetap menaati protokol kesehatan,meminta dan menghimbau masyarakat di area pasar agar selalu menggunakan masker, menghindari kerumunan saat sedang beraktifitas jual beli di pasar tersebut tapi hal ini terkesan tidak diindahkan.

Phisycal distancing yang dianjurkan pemerintah yang seharusnya ditaati masyarakat untuk memutus mata rantai virus Covid- 19 ini tentunya sangat diperlukan kerja sama anatara pemerintah dan masyarakat agar sama menjaga dan mentaati aturan yang sudah diberikan demi kesehatan kita bersama.

Amatan wartawan di sepanjang Jalan Penghasilan Berastagi terlihat macet disebabkan banyaknya pedagang kaki lima yang dengan bebasnya menjajakan barang barang dagangan mereka hingga ke badan jalan tanpa menghiraukan diri mereka tersenggol mobil atau sepeda motor yang sedang melintas.(Herman)

Leave a Reply