Perdana, 200 Kilogram Tomat Asal Karo Diekspor ke Negeri Jiran

Tomat asal Karo masuk pasar ekspor.Ist

 

Medan | Jurnal Asia
Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan melepas ekspor perdana 200 kilogram (Kg) tomat asal Kabupaten Karo ke negeri Jiran, Malaysia.

Produk pertanian asal sub sektor hortikultura milik CV TKU ini diberangkatkan melalui Pelabuhan Belawan, Kamis (30/7/2020).

“Jenis komoditas ini menambah deret produk pertanian ekspor unggulan asal Sumatera Utara,” kata Kepala Karantina Pertanian Belawan, Hasrul melalui siaran pers, Jumat (31/7/2020)

Menurut Hasrul, sinergisitas yang baik antara pemerintah daerah, pelaku usaha dan petani di Sumut yang memacu kinerja ekspor di wilayah kerjanya. Pembangunan pertanian berbasis kawasan dengan memperhatikan kearifan lokal berorientasi ekspor menjadi salah satu kunci provinsi ini terus menambah ragam komoditas ekspornya.

Selain Kabupaten Tobasa dan Humbahas, kini Kabupaten Karo juga turut disiapkan menjadi salah satu sentra pertanian andalan. Provinsi Sumut sendiri memiliki lahan pertanian seluas 429.751 ha untuk komoditas tanaman semusim dan 2141.972 ha untuk komoditas tanaman tahunan

“Hasil pertanian Sumut telah dapat masuk pasar global, selain jumlah yang berlimpah, kualitas dan tidak luput juga dari pengawasan terhadap perlindungan sumber daya alam hayatinya dari karantina pertanian,” ujarnya.

Saprin dari CV TKU, mengapresiasi fasilitasi yang telah diberikan oleh Kementerian Pertanian melalui dinas terkait. Salah satu kunci produk hortikultura dapat masuki pasar ekspor adalah rendah atau bahkan bebas residu.

Untuk itu diperlukan pendampingan pada Good Agricultural Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP), agar memiliki daya saing di pasar global.

Pada kesempatan yang sama, CV. TKU juga mengekspor ubi jalar, keladi tikus dan kecombrang juga aneka sayuran masing-masing kubis, lobak, labu, kentang dan wortel yang sudah lebih dahulu masuk pasar ekspor dengan beberapa negara tujuan.

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil turut mengapresiasi munculnya ragam ekspor baru asal Sumut.

Sejalan dengan perkembangan aturan perdagangan internasional dimana kebijakan tarif sudah tidak populer lagi, maka pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari menjadi strategis.

Pihaknya selaku fasilitator pertanian pada perdagangan internasional, tidak saja menyiapkan langkah percepatan layanan namun juga pendampingan berupa bimbingan teknis.

“Untuk ekspor, kami siapkan karpet merah tidak hanya cepat namun akseptabilitas produk juga jadi fokus tindakan karantina. Ini sejalan dengan semangat gerakan tiga kali lipat ekspor, Gratieks yang digagas Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red), ” pungkas Jamil.(nty)

 

 

Close Ads X
Close Ads X