Pengamat Ekonomi : Milenial Pilih Ojek Online yang Fokus pada Inovasi

Go-Pay menjadi dompet digital yang banyak digunakan milenial di Indonesia.Ist

Medan | Jurnal Asia
Persaingan dua aplikator ojek online antara Grab dan Gojek terkait soal tarif hingga kini terus terjadi. Bahkan menurut salah satu survei menyebutkan, Grab justru lebih unggul dalam hal tarif promo yang lebih jor-joran ketimbang Gojek.

Menurut Alvara Strategy Insight, yang melakukan survei tentang “Perilaku dan Preferensi Konsumen Milenial Indonesia terhadap Aplikasi e-commerce 2019″Grab lebih menawarkan harga yang lebih murah dengan banyak penawaran promo tarif, ketimbang Gojek.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin menilai, persaingan promo tersebut bukan menjadi kompetisi yang sehat. Menurut dia, terlalu banyak promo bisa mengurangi kualitas layanan konsumen, dan bahkan dapat menimbulkan kerugian di berbagai pihak termasuk mitra driver perusahaan.

“Unggul dalam hal promo itu memang syarat dengan menguntungkan konsumen dan cenderung merugikan banyak pihak. Termasuk pihak yang banyak memberikan promo tersebut,” katanya, Sabtu (13/7).

Dia juga menyinggung soal survei Alvira, salah satu lembaga yang menyatakan bahwa promo tersebut menguntungkan konsumen. Akan tetapi, perlu diketahui, survei tersebut harus dilihat secara komprehensifartinya, persaingan ojek online tidak hanya sebatas perang tarif.

“Aspek penting lainnya seperti isu keselamatan dan bentuk inovasi lainnya juga diperhatikan,” katanya.

Dari survei tersebut bisa dilihat, lanjutnya, strategi keselamatan, inovasi dan lainnya itu terbukti efektif. Dia juga tidak menampik dari persaingan secara komprehensif, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek justru lebih unggul.

Terutama saat membandingkan keunggulan beberapa model layanan lain seperti layanan antar makanan seperti Gofood dan alat pembayaran Gopay.

“Dari hasil riset lembaga survei yang menunjukkan bahwa Ojek Online beserta layanannya GO-FOOD dan GO-PAY adalah yang paling banyak digunakan milennial dibandingkan pesaingnya. Bahkan, di antara pengguna yang menggunakan kedua aplikasi, Gojek juga lebih andal,” katanya.

Customer dan mitra driver disarankan lebih baik menggunakan aplikasi asli dari Indonesia tersebut, selain demi keamanan dan kenyamanannya.

“Kehadiran ojek online dan beberapa aplikasi anak bangsa lainnya cukup penting, agar Indonesia tetap menjadi tuan di negeri sendiri,” katanya.

Diminati Milenial
Pada kesempatan itu, Alvara Research Center juga merilis hasil survei yang menunjukkan Go-Pay milik GoJek menjadi dompet digital yang paling banyak digunakan oleh generasi milenial di Indonesia.

“Pada kategori layanan digital payment, Go-Pay tercatat digunakan 67,9 persen responden,” kata Pendiri dan CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Survei tersebut melibatkan responden yang lahir pada 1981-1997 di wilayah Jabodetabek, Bali, Padang, Yogyakarta, dan Manado dengan metode wawancara tatap muka serta cluster random sampling.
Posisi kedua berdasarkan hasil survei itu ditempati OVO, yang digunakan Grab untuk layanan pembayaran digitalnya. Hasil survei menunjukkan OVO dipakai oleh 33,8 persen responden.(nty)