Penempatan Dana di BPD Mampu Tahan IHSG dan Rupiah di Zona Hijau

Ilustrasi kinerja IHSG dan Rupiah berada di zona hijau.Ist

 

Medan | Jurnal Asia
Kinerja mata uang Rupiah mengalami penguatan dan ditutup di level 14.535 per US Dolar meskipun pada dasarnya Rupiah sempat menguat di level 14.500 pada sesi perdagangan pagi. Kinerja mata uang Rupiah diperdagangkan mengalami penguatan seiring dengan tren US Dolar yang masih di bawah tekanan.

Di sisi lain, kinerja IHSG juga mengalami penguatan 0.6% di level 5.116,67. Kinerja IHSG juga berlawanan dengan sejumlah bursa di Eropa yang dibuka melemah pada sesi perdagangan hari ini.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, kinerja IHSG masih mampu ditutup menguat di awal pekan ini. Kendati demikian eskalasi hubungan AS dan China yang memburuk tetap berpeluang menjadi pemicu memburuknya tekanan pada IHSG di pekan ini.

Baca Juga : NATO-Rusia Ribut, Namun Rupiah Masih Perkasa  

Di sisi lain, katanya, ekonomi Eropa juga tengah dilanda rasa takut seiring dengan kembali merebaknya virus corona yang berpotensi memicu terjadinya kebijakan karantina wilayah di masing-masing negara.

“Pemulihan ekonomi global kembali memasuki masa suram seiring dengan memburuknya sejumlah kasus corona. Yang pada akhirnya membuat banyak negara harus mempertimbangkan untuk menutup kembali aktifitas ekonominya,” katanya, Senin (27/7/2020) sore.

Sementara itu, kebijakan Pemerintah yang menempatkan dana di Bank Pembangunan Daerah (BPD) menjadi salah satu alasan yang membuat IHSG mampu bertahan di zona hijau.

Kebijakan tersebut dinilai mampu menjaga likuiditas masyarakat di daerah. Serta di harapkan mampu tetap memutar roda ekonomi masyarakat di daerah masing-masing.(nty)

 

 

Close Ads X
Close Ads X