Minim Sentimen, Pelaku Pasar Wait and See Menanti Rapat The FED

Ilustrasi kinerja Rupiah mengalami penguatan.Ist

 

Medan | Jurnal Asia
Kinerja mata uang rupiah pada perdagangan pagi ini, Rabu (29/7/2020) berlanjut mengalami penguatan. Rupiah diperdagangkan dikisaran harga 14.455 per US Dolar di sesi pembukaan.

Sementara, IHSG sedikit mengalami penurunan dan sejauh ini ditransaksikan dikisaran level 5.100. IHSG masih berpeluang untuk turun di bawah level psikologis seiring minimnya sentimen pasar saat ini.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, indeks harga saham gabungan kehilangan daya untuk bergerak, dikarenakan pelaku pasar lebih memilih wait and see. Beberapa pertemuan penting seperti rapat The FED serta data ekonomi AS yang baru akan dirilis akhir pekan ini membuat pasar harus menunggu sampai nantinya ada gambaran jelas terkait dengan data ekonomi tersebut.

Baca Juga : IHSG dan Rupiah Relatif Stabil, Emas Tembus Rp1 Juta Per Gram

“Gambaran terkait perkembangan ekonomi global menyisahkan sejumlah masalah akan kemungkinan resesi yang meluas ke banyak negara. Pernyataan The FED setelah rapat nantinya akan menjadi tolak ukur pelaku pasar dalam keputusan investasinya,” katanya.

Sejauh ini, lanjutnya, dari ketidakpastian yang tengah terjadi, emas justru melanjutkan tren penguatan yang mengindikasikan kemungkinan buruknya kondisi ekonomi global.

Sementara untuk, indeks saham atau kinerja mata uang, belum menemukan sentimen fundamental yang kokoh, sehingga membuat keduanya masih berfluktuasi dengan cukuplah tajam.(nty)

 

 

Close Ads X
Close Ads X