Hong Kong Resesi, Rupiah dan IHSG Tak Terpengaruh

Ilustrasi pasar keuangan tidak terpengaruh resesi di Hong Kong.Ist

 

Medan | Jurnal Asia
Hong Kong masuk ke jurang resesi setelah sebelumnya ada banyak negara mengalami resesi. Kali ini Hong Kong melanjutkan resesi selama 4 kuartal (1 tahun) secara berturut-turut.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, resesi yang terjadi di Hong Kong tidak akan banyak mempengaruhi kinerja pasar keuangan domestik. Pelaku pasar justru mencermati tarik ulur antara dua partai di AS terkait dengan program stimulus yang akan di gelontorkan.

Di sisi lain, kabar baik dari Bank Sentral AS juga akan menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan kita. Bank Sentral AS menyatakan bahwa akan tetap mempertahankan besaran suku bunga acuannya hingga tekanan ekonomi AS benar benar hilang.

Baca Juga : Banyak Negara Resesi, IHSG dan Rupiah Masih Mampu Ditutup Menguat

“Pasar masih meyakini bahwa kebijakan moneter Bank Sentral AS masih akan bertahan dengan bunga acuan 0% dalam waku yang masih lama,” katanya, Kamis (30/7/2020).

IHSG disesi pembukaan pagi ini masih stabil dikisaran 5.111 dan tidak banyak berubah meskipun terpantau menguat tipis di level 5.114. Kinerja IHSG masih belum bisa dipastikan akan lebih berat bergerak ke arah yang mana masih berpeluang bergerak di kedua zona.

Sedikit berbeda dengan IHSG, Rupiah justru mampu menguat secara meyakinkan di sesi pembukaan. Rupiah diperdagangkan menguat di level 14.485 per US Dolarnya. Meskipun terkadang tekanan kembali mencuat setelah sesi pembukaan.

“Namun saya melihat tekanan pada hari ini untuk Rupiah mulai melemah seiring dengan banjirnya likuiditas US Dolar di pasar akibat kebijakan stimulus dan moneter yang longgar,” ujarnya.(nty)

 

 

Close Ads X
Close Ads X