Ekonomi Sumut di 2020 Diprediksi Membaik, Tumbuh 51-5,5%

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara, Wiwiek Sisto Widayat.Netty

Medan | Jurnal Asia
Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara (Sumut) diperkirakan meningkat pada kisaran 5,1-5,5 persen (yoy) di 2020. Optimisme tersebut bersumber dari akselerasi perekonomian domestik dan ekspor yang membaik.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, pertumbuhan ekonomi Sumut terus membaik dari tahun sebelumnya karena didorong konsumsi pemerintah. Sementara, konsumsi swasta dan investasi terdeselerasi ditambah dengan tekanan yang cukup tinggi pada sisi ekspor.

“Di tengah kondisi ekonomi global yang memburuk, ekonomi Indonesia diprediksi bisa mencapai 5,1% (yoy) di 2019 dan meningkat dikisaran 5,1-5,5% pada 2020. Sedangkan Sumatera Utara, pertumbuhan ekonomi diperkirakan meningkat sekitar 5,1-5,5%,” katanya di acara Pertemuan BI Sumut 2019 di Medan, Rabu (4/12/2019).

Wiwiek melanjutkan, konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh meningkat ditopang oleh perbaikan daya beli masyarakat. UMP provinsi pada 2020 tercatat Rp2,49 juta meningkat 8,5% dari tahun sebelumnya di mana UMP pada 2019 naik 8,03 %.

Harga komoditas ekspor yaitu minyak kelapa sawit juga disinyalir mengalami perbaikan di pasar internasional. Kemudian, investasi berbagai proyek multiyears terus berlanjut dalam mendukung konektivitas di Sumut salah satunya pembangunan jalan tol Tebing Tinggi-Kuala Tanjung-Parapat.

Disamping itu, pagu belanja pada R-APBD Provinsi tahun 2020 tercatat Rp12,6 triliun, menurun dari Rp14,7 triliun ada pagu belanja APBD-P provinsi 2019.Dana Transfer Pusat ke Daerah tahun 2020 juga tercatat Rp43,8 triliun relatif stabil dibandingkan 2019 dengan pagu angaran Rp43,3 triliun.

Permintaan eksternal juga diperkirakan mengalami akselerasi di 2020 seiring dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi global. Dan sejalan dengan perbaikan ekspor impor juga diperkirakan tumbuh meningkat pada tahun 2020.

Menurut Pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, BI memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi di 2020 berkisar 5.1% hingga 5.5%. Maka dengan realisasi investasi Rp54 triliun, pertumbuhan target ekonomi tahun 2020 itu bisa menjadi 6.1% hingga 6.5%.

“Tetapi menarik investasi sebesar itu bukan pekerjaan mudah. Di tengah perlambatan ekonomi global serta ancaman perang dagang yang berlanjut, iklim investasi itu tidak mudah di perbaiki,” katanya.

Begitupun, pemerintah daerah harus berupaya untuk menggenjot realisasi investasi. Biar target pertumbuhan ekonomi kedepan tidak terjebak lagi di angka 5% an.

Dengan penambahan investasi yang seandainya bisa direalisasikan Pemda maka secara langsung, investasi tersebut akan menekan angka pengangguran di wilayah Sumut. Belum lagi memperhitungkan masalah ekonomi struktural dalam negeri.(nty)