Walubi Medan dan Pemko Medan Gelar Dharmasanti Waisak 2563 BE

 

Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin foto bersama Ketua Walubi Kota Medan, Earlnus Chen dan lainnya.Netty

Medan | Jurnal Asia
Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Medan bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemko) menggelar Dharmasanti Waisak 2563 BE/2019, Selasa (18/6) malam. Waisak tersebut dihadiri ribuan umat Buddha di Kota Medan dan sekitarnya.

Wali Kota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin S. MSi mengatakan, Waisak pada tahun ini berdekatan dengan Lebaran. Sebagaimana dilihat, suasana kondusif masih bisa terjaga di tanah air dan ini membuktikan bahwa bangsa kita sangat toleran dan saling menghormati meski berbeda agama.

Bagi umat Buddha, lanjutnya, Waisak penuh makna dan memiliki sejarah yang tidak bisa dilupakan. Tentunya, dengan peringatan Waisak ini diharapkan umat Buddha tetap menitikberatkan dan menjaga kebhinekaan dalam kebersamaan.

“Saya ingin, kita semua menjaga kerukunan dalam keagamaan agar tetap harmonis sehingga damai tanpa melihat perbedaan suku, agama dan ras,” katanya.

Eldin juga mengingatkan, seluruh umat Buddha terutama di Medan terus mengembangkan hati Buddha dan cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi, Medan terkenal sebagai kota multikultural sehingga menjaga situasi kondusif di tengah keberagaman masyarakatnya adalah hal yang harus terus diupayakan oleh berbagai elemen.

“Tentunya kita harapkan di masa kini dan mendatang situasi Kota Medan akan terus terjaga dengan kondusif. Untuk itu mari kita jadikan Kota Medan sebagai kota yang bisa menjadi contoh kehidupan kota metropolitan multikultural yang aman, damai dan tentram,” pungkasnya.

Ketua Walubi Medan, Earlnus Chen mengatakan, terselenggaranya Waisak ini karena kerja keras dan dukungan yang sangat besar dari Pemko Medan melalui Dinas Kebudayaan. Sehingga acara ini berjalan dengan baik, lancar dan sukses.

Pada perayaan Waisak ini, kata Earlnus, pihaknya mengimbau agar seluruh umat Buddha menjaga keharmonisan dengan lingkungan sehingga keutuhan bangsa dapat terbiasa dengan baik dan dijadikan tauladan bagi semua.

“Sang Buddha mengajarkan dan menyebarkan dharma dengan cinta kasih, damai dan harmonis. Sifat-sifat seperti ini harus bisa ditetapkan umat Buddha dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya didampingi Ketua Panitia, Ridwan Wu, ST.

Sementara itu, Plt Pembimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Sumut, Pandita Burhan, SAg Msi mengungkapkan,
mewakili Kementrian agama Sumut, ia mengapresiasi Dharmasanti Waisak 2563 BE dengan tema “Pahami Hati, Tampakkan Kesejahteraan Diri” dan Subtema “Implementasikan Bodhisattvayana dengan Berbagi Melayani.

Ketua Walubi Kota Medan, Earlnus Chen diabadikan bersama Plt Pembimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Sumut, Pandita Burhan, SAg Msi dan lainnya.Netty

 

Burhan juga berpesan, umat Buddha harus turut membangun Indonesia. Dan ada 3 pilar yang harus dijalankan yakni, melakukan kegiatan ritual, meningkatkan kualitas spiritual dan meningkatkan kualitas umat Buddha.

“Dengan tiga pilar ini, umat Buddha dapat membaur dan bekerjasama denga umat yang lainnya sehingga tercipta kerukunan dan keharmonisan di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya.

Hadir pada perayaan tersebut diantaranya,
Kapolres Belawan, AKBP Ikhwan Lubis,
Ketua FKUB Medan, Drs. Ilyas Halim, M.Pd, Anggota DPRD Medan, Hasyim,SE, Kadis Kebudayaan, Drs OK. Zulfi M.Si, Wakil Ketua Walubi Sumut sekaligus Ketua Majabumi Tanah Suci Sumut, Pandita Solihin Chandra, unsur FKPD Kota Medan dan lainnya.(nty)