Vihara Catur Paramitha Gelar Perayaan Waisak 2563 BE

Tiga anggota Sangha Indonesia diabadikan dengan sejumlah pengurus majelis agama Buddha di Medan.Ist

Medan | Jurnal Asia
Tiga anggota Sangha Indonesia yakni Bhikkhu Thanissaro, Samanera Thiranando dan Samanera Rahmat pimpin perayaan Waisak 2563 B.E yang digelar Vihara Catur Paramita di Kompleks Pesona Malibu B No 56-58 Titipapan Medan Marelan, Sabtu (11/5) malam.

Perayaan Waisak 2563 B.E yang didukung Majelis Agama Buddha Tridharma Indonesia (Magabutri) Kota Medan dan Plt Bimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara Pdt. Burhan S.Ag, M.Si berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan umat Buddha di Kota Medan dan sekitarnya.

Rangkaian kegiatan pada perayaan tersebut antara lain, Puja Bakti, Pemasangan Pelita, Dhammadesana, Blessing, Paradiksana dan Pemandian Rupang Buddha.

Plt Bimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Sumut, Pdt. Burhan S.Ag, M.Si memandikan buddha rupang pada perayaan Waisak 2563 B.E.Ist

Dalam wejangannya, Bhikkhu Thanissaro mengatakan, semoga pada momentum Waisak di tahun 2019 ini atau 2563 BE, ia berharap seluruh umat Buddha di Indonesia atau Sumatera Utara dan khususnya di Kota Medan bisa mengingat kembali dan mempraktekkan dasar dari ajaran agama Buddha yaitu cinta kasih.

Selain itu, Bhikkhu Thanissaro juga berpesan agar semua umat Buddha membantu menjaga keharmonisan, keutuhan serta kerukunan antar umat beragama.

“Di moment Waisak ini, umat Buddha diharapkan dapat mempraktekkan moralitas dimulai dari diri sendiri,” katanya.

Dan semoga, katanya, umat Buddha bisa lebih memaknai waisak. Mempelajari agama Buddha dan terutama dapat mengimplementasikan ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara, Plt Bimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara Pdt. Burhan S.Ag, M.Si mengapresiasi kegiatan Waisak yang digelar oleh Vihara Catur Paramitha dan didukung Magabutri Kota Medan. Begitu juga dengan ratusan umat Buddha yang dengan semangat mengikuti perayaan Waisak 2019.

“Kegiatan ini cukup memberikan arti bagi umat Buddha sehingga pada suatu saat kita memperoleh pengetahuan tentang perayaan Tri Suci Waisak. Di mana pada Waisak ini memperingati tentang kelahiran Sidharta Gautama, mencapai kebuddhaan dan akhirnya dia wafat. Peristiwa ini adalah peristiwa penting dan agung yang dirayakan oleh umat Buddha,” ucapnya.

Sementara, Ketua Vihara Catur Paramita sekaligus Ketua Magabutri Medan, Butet S.E berharap, pada momentum Waisak ini umat Buddha diharapkan bisa mengendalikan diri untuk menjaga keutuhan bangsa dan mempererat persaudaraan tanpa memandang perbedaan. Dengan begitu, akan tercipta kehidupan yang rukun, tentram, aman dan damai.

“Mewakili Vihara Catur Paramita berterima kasih kepada anggota Sangha dan seluruh pihak yang sudah mendukung suksesnya acara perayaan Waisak ini,” katanya didampingi Ketua Panitia, Susanto.

Waisak 2563 B.E ini juga dihadiri sejumlah pihak antara lain, Seketaris Walubi Kota Medan, Ridwan, Seketaris Magabutri Sumut, Ricky Khosasi. Kemudian, Pembina Magabutri Kota Medan, Susilo Bing Tjai dan Wisman, Ketua Magabutri Kota Tanjung Balai, Hakim Tjoa Kian Lie, Wakil Ketua Magabutri Deli Serdang, Ekka, Pembina jajaran Bankom Naga Karimata, Johan Toa, Ketua UBN, Charles Tandoko, Kordinator acara Budi dan lainnya.(nty)