Tongariodjo Angkasa : Imlek Momen Pererat Cinta Kasih

Foto Bersama : Ketua PSMTI Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Tongariodjo Angkasa Ginting SE, MBA,MM,MSc foto bersama pengurus PSMTI Sumut lainnya.Netty

Medan | Jurnal Asia
Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Tongariodjo Angkasa Ginting SE, MBA,MM,MSc menekankan, Imlek tidak harus dirayakan dengan berpesta pora. Jadikan Imlek sebagai momen pererat cinta kasih kepada sesama.

PSMTI, lanjutnya, mengajak warga yang merayakan Imlek untuk tidak berlebih-lebihan dan dengan kesederhanaan sesuai dengan situasi dan kondisi. Saat ini, perekomian masih lesu dan Indonesia juga dilanda banyak bencana.

“Jangan rayakan Imlek dengan berfoya-foya. Yang terpenting itu saling memberikan cinta kasih kepada semua tanpa memandang suku dan agama sehingga terciptanya toleransi,” katanya di Thongs Bakery & Cafe Jalan S Parman No 215C-D Medan, kemarin.

Menurutnya, pemerintah Indonesia telah memberikan kebebasan kepada seluruh masyarakat dalam merayakan hari besar. Begitu pula dengan etnis Tionghoa di Indonesia yang ingin merayakan tahun baru Imlek.

Bahkan, pemerintah daerah juga telah menjamin keamanan dan kenyamanan bagi etnis Tionghoa yang ingin melakukan sembahyang di Vihara. Bukan hanya itu, aparat kepolisian juga mengatur arus lalu lintas sehingga tidak terjadi kemacetan.

“Ya kita lihat sendiri, saat di malam perayaan Imlek, banyak aparat yang berjaga di Vihara. Ini merupakan satu dukungan pemerintah dan kami mengapresiasi itu,” tandasnya.

Tongariodjo berharap, perayaan Imlek 2570 BE ini menjadi kekuatan dalam meningkat silaturahmi dan rasa solidaritas untuk persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan begitu, sambungnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia akan tetap utuh di tengah perbedaan yang ada.

Ia juga mengimbau kepada PLN untuk tidak memadamkan listrik sebelum dan sesudah Imlek. Sebab, penerang listrik itu sangat penting.

Ditambahkannya, jelang Imlek PSMTI kerap menebarkan cinta kasih dengan menggelar bakti sosial. Baksos ini merupakan bentuk kepedulian kepada mereka yang ingin merayakan Imlek

“PSMTI sebagai jembatan perekat persatuan dan kesatuan tanpa memandang suku, agama ras dan antargolongan. Kehadiran PSMTI khususnya PSMTI Sumut selalu ingin memberi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Turut mendampingi Ketua PSMTI Sumut, Ketua Penasihat PSMTI Sumut Eddy Djuandi, para wakil Ketua di antaranya Pandita Solihin Chandra, Sukawati Ngaserin, Jocelie, Kundjung SH dan belasan pengurus PSMTI Sumut lainnya.(net)