Sofyan Tan Tinjau Laboratorium Komputer dan Perpustakaan SMAN I Delitua

Penandatangan : Anggota DPR RI, dr Sofyan Tan lakukan penandatangan prasasti gedung perpustakaan dan laboratorium komputer SMAN I Delitua. Ist

Habiskan Dana APBN Senilai Rp500 Juta

Deli Serdang | Jurnal Asia
Anggota DPR RI, dr Sofyan Tan kembali melakukan fungsi pengawasan. Kali ini, ia langsung mendatangi SMAN I Delitua untuk  mengecek langsung bangunan laboratorium komputer dan perpustakaan hasil dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN).

Sofyan Tan mengatakan, pemerintah telah mengucurkan dana sekitar Rp500 juta untuk kedua program tersebut. Untuk pembangunan perpustakaan sekitar Rp288.900 juta dan laboratorium komputer sekitar Rp210 juta.

“Berarti dari segi bangunan hampir Rp500 juta,” katanya, Selasa (15/1).

Selain dua program ini, pemerintah juga melayangkan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk anak-anak yang kurang mampu. Di sekolah tersebut sedikitnya 70 anak yang terbantu dan masing-masing mendapatkan Rp1 juta dan tahun ini ditambah 25 anak dengan nilai Rp25 juta.

“Program ini kenapa diberikan?Bapak Jokowi ingin meningkatkan kualitas pendidikan. Pendidikan menjadi yang utama karena pendidikan ini mampu menjawab tantangan kedepannya,” tuturnya.

Apalagi, lanjutnya, menurutnya hasil perhitungan secara ilmiah di 2050 atau 105 tahun Indonesia merdeka, Indonesia akan berada di posisi ke empat. Di mana Tiongkok akan memimpin kemudian Amerika Serikat, India dan Indonesia.

“Yang akan menikmati masa emas ini adalah anak-anak yang sekarang masih sekolah. Karena itu, pendidikan sangatlah penting,” tegasnya.

Kacabdis Pendididikan Wilayah Sunggal, M Basir Hasibuan,Mpd mengatakan, sarana seperti laboratorium ataupun perpustakaan sangatlah penting. Dana untuk pembangunan sarana biasanya berasal dari 20 persen Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) namun karena daerah belum sanggup maka diminta dana dari APBN.

“Bagi kami yang paling penting adalah perpustakaan. Dari 61 negara yang disurvei pada 2016-2017, Indonesia berada diperingkat 60 dalam hal membaca. Dengan adanya perpustakaan diharapkan minat baca anak-anak akan meningkat,” ucapnya.

Selain masalah sarana sekolah, penempatan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) di sekolah negeri di Sunggal belum merata. Di lingkungan kerja Cabdis Sunggal hanya ada 336 guru ASN dan sisanya guru honorer.

“Masalah guru ASN juga harus diperhatikan demi kesejahteraan guru,” tuturnya.

Kepala Sekolah SMAN 1 Delitua, Darwin Sinulingga mengaku, pembangunan laboratorium komputer sangat menunjang proses belajar mengajar. Sebab, pihaknya merasa kebingungan saat menghadapi Ujian Nasional berbasis Komputer (UNBK).

“Terimakasih kepada Bapak Sofyan Tan karena sudah menjembatani pembangunan laboratorium komputer ini. Tentunya ini sangat membantu untuk kemajuan siswa-siswi di sekolah ini,” tandasnya. (net)