Semen Indonesia Ajak Milenial Bijak Gunakan Media Sosial

Bicara Baik : Food Blogger, Dolly Regar (kanan-kiri) dan Travel Blogger, Yuki Anggia saat sharing session di acara “Bicara Baik” di Medan, Rabu (19/12). Netty

Medan | Jurnal Asia

Generasi muda atau kaum milenial sering “kebablasan” dalam menggunakan media sosial. Padahal, jika digunakan dengan bijak, media sosial dapat menghasilkan uang dan memiliki peluang bisnis yang menjanjikan.

Melihat fenomena tersebut, PT Semen Indonesia menggelar acara “Bicara Baik” dengan 50 penggiat media sosial di Medan, Rabu (19/12). Acara ini menghadirkan food blogger, Dolly Regar dan travel blogger, Yuki Anggia untuk berbagi pengalaman.

Penanggung Jawab Sementara (PJs) Deprtement Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia, Sigit Wahono mengatakan, penggunaan media sosial telah menjadi bagian hidup sehari-hari. Rata-rata orang Indonesia menghabiskan tiga jam 23 menit sehari untuk mengakses media sosial.

Penanggung Jawab Sementara Deprtement Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia, Sigit Wahono. Netty

“Tingginya angka penggunaan media sosial dapat memberikan manfaaat sekaligus risiko. Kita pasti merasa senang melihat konten yang menarik dan kreatif. Namun, kami juga resah melihat media sosial digunakan dalam penyebaran konten negatif, provokasi dan ujaran kebencian yang dapat memicu konflik, jika tidak dipahami dengan baik,” katanya.

Sebenarnya, lanjut Sigit, media sosial bisa berdampak positif khususnya di kalangan generasi muda. Dengan menghadirkan para influencer yang telah aktif menyebarkan konten positif di media sosial, anak-anak muda yang aktif di media sosial dapat menggali berbagai ide dan peluang yang dapat digunakan untuk menyebarkan kebaikan.

“Forum ini diharapkan mampu menjadi wadah sharing wawasan dan ide dalam penggunaan media sosial secara bijak. Dengan konten yang kreatif dan bermanfaat, media sosial dapat menjadi suatu wadah dalam membawa perubahan,” tegasnya.

Sigit menambahkan, saat ini, media sosial juga banyak sekali melahirkan peluang kreatifitas dan karier, misalnya menjadi blogger, influencer, maupun opinion leader. Karenanya, gunakanlah media sosial dengan bijak.

Sementara itu, travel blogger, Yuki Anggia menuturkan, tak hanya sekedar traveling dan blogging, dirinya mengubah hobinya menjadi sebuah peluang usaha. Tantanganya adalah harus terus menulis yang berkualitas dan konsisten serta blog harus diisi dengan konten yang menarik.

“Tapi terkadang ada juga warganet komen yang tidak-tidak padahal proses pembuatannya tidak mudah. Dan kita tidak harus komentar yang tidak-tidak, tetap berbicara yang baik,” tandasnya.

Acara kali ini merupakan salah satu yang spesial, karena Kota Medan menjadi penutup rangkaian kegiatan “Bicara Baik” di tahun 2018 ini. Kegiatan ini diawali bulan April 2018 lalu di Rembang, Tuban, Surabaya dan Makassar. (netty)